Rabu, 16 September 2020

Operasi Justisi Masker

Akhirnya, penertiban penerapan Protokol Kesehatan diadakan serentak diseluruh wilayah negeri yang sedang tidak hentinya terlanda wabah Covid-19 ini. Jadi ikut lega, karena selama ini saya selalu konsisten mengingatkan warga sekitar saya agar tetap selalu mengenakan masker dengan tanpa kendor. 

Terkadang saya merasa lucu karena kesal sendiri, kenapa saya dan keluarga saya tekankan tetap disiplin Protokol Kesehatan. Sementara itu setiap hari, saya melihat warga sekitar saya --didesa-- jarang yang mengenakan Masker ketika ber-aktivitas diluar rumah. Ini sempat membuat saya sedikit stress. Tapi begitu mendengar ada operasi justisi masker digelar, hmm... legalah hati saya jadinya. Sebab, ternyata bukannya saya yang mengada-ada, selalu pakai masker setiap keluar rumah. Melainkan karena memang ada itu yang namanya penyakit menular akibat kuman/ virus Corona --Covid19-- dan sedang gentayangan setiap saat. 

Pasalnya juga karena rupanya ada banyak warga masyarakat yang kurang percaya bahwa diluar rumahnya ada wabah Covid-19 yang sangat menular. Kalau ada yang bicarakan Covid, mereka menganggap hal berita itu adalah Hoax adanya. Hmm.., ini loh, yang perlu diluruskan. 

Maka dengan adanya operasi masker oleh fihak yang berwenang, warga akan mikir dan perlahan tersadar bahwa wabah penyakit menular Corona ini ada dan berbahaya.Dalam hal ini, Negara telah betul-2 hadir untuk menghalau para warga yang bebal dan bandel itu, agar segera juga ikut menunjang kesuksesan penanganan wabah ini, Turut serta berdisiplin Protokol Kesehatan: Kenakan Masker, Jaga jarak aman, dan sering cuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Minggu, 06 September 2020

Tetap Hadapi Covid-19 dengan Cerdas

Setiap hari lebih banyak tinggal dalam rumah saja, dibanding dengan ber-aktivitas diluar rumah. Ini terjadi, awalnya karena ada himbauan dari pemerintah yang saat itu memberlakukan PSBB Corona.
Sekarang sudah 6 - 7 bulanan berjalan Wabah Corona (Covid-19) belum mereda juga. Padahal pemerintah sudah berusaha keras sepenuh kemampuan dan segenap hati untuk bersungguh-sungguh membrantas- redamkan wabah virus ganas ini. Perkembangan terakhir malah angka kasus harian secara nasional meningkat terus sampai bisa dibilang kisarannya antara 2500 - 3000 orang lebih dalam sehari, terpapar Covid-19.
Setelah PSBB diberlakukan, kehidupan ekonomi warga-masyarakat kocar-kacir. Lalu ada kebijakan pemerintah untuk memberikan bantuan sosial tunai (BST) lumayan dapat longgar sedikit tekanan kebutuhan harian.
Strategi baru diterapkan oleh pemerintah. Cara hidup berdamai, berdampingan dengan Kuman Covid-19. Jalan ini ini dipilih karena disimpulkan dengan penerapan PSBB terlalu lama akan menghancurkan kehidupan ekonomi rakyat, bahkan negara juga akan defisit anggaran. Cara baru ini dikenal dengan istilah Kehidupan 'New Normal', cara hidup dengan tatanan baru. Cara hidup dengan disiplin penerapan Protokol Kesehatan, antara lain pada pokoknya adalah: 1) Memakai/ mengenakan Masker hidung dan mulut saat beraktivitas. 2) Menjaga jarak aman dengan oarang lain 1,5 - 2 meter) dan 3) Sering menncuci tangan dengan sabun diair mengalir.
Pada awal bulan September 2020 ini, hasilnya.. Sebaran Covid-19 tidak mereda, malah terasa makin luas dan masif, yang terpapar tembus 190.000 an lebih. Sampai- sampai kemarin dulu ada berita, bahwa para Epidemiolog mengusulkan agar Indonesia perlu Lock Down.
Menanggulangi wabah Covid-19 ini merupakan tanggungjawab bersama. Tanggungjawab seluruh warga-masyarakat Indonesia dan bahkan dunia. Jangan hanya menyerahkan kepada pemerintahnya saja. Disiplin penerapan Protokol Kesehatan sangat penting untuk ditingkatkan terus- menerus. Serta upaya pencarian Obat dan pembuatan Vaksinnya harus terus segera diupayakan secepatnya.

Rabu, 08 April 2020

Wabah Virus Corona baru Covid-19

Awalnya terdengar kabar secara samar- samar. Waktu itu sekitar bulan Februari tahun 2020. Dikabarkan bahwa ada wabah Flu yang disebabkan oleh Virus Corona yang menyerang kota Wuhan di RRC.

Kemudian dalam hitungan hari, beritanya sangat gencar. Terutama diperoleh dari medsos, seperti Facebook.

Rabu, 20 Februari 2019

Keadaan Jelang Pilpres 2019

Tidak terasa, tahu- tahu masa bakti pak Jokowi dan pak Jusuf Kalla selaku presiden dan wakil presiden RI sudah berjalan hampir lima tahun dan berarti akan berakhir. Sehingga pada tanggal 17 bulan April tahun 2019 ini akan diadakan lagi pemilu (Pilpres serentak- dengan Pilegnya sekaligus). Banyak kemajuan yang telah berhasil dilakukan oleh pemerintahan Jokowi JK. Utamanya dibidang ekonomi makro dan infrastruktur, serta uapaya pemberantasan korupsi.

Paslon presiden dan wakil presiden tahun ini yang akan bertarung di Pilpres 2019, adalah pasangan Jokowi- Ma'ruf dengan nomer urut 01 berhadapan dengan lawan paslon presiden dan wakil presiden Prabowo- Sandi dengan nomer urut 02. Masa kampanye selama 7 bulan (September 2018 - April 2019) telah dimanfaatkan dengan baik oleh kedua kubu paslon. pada beberapa bulan terakhir ini, terasa situasi politik makin menghangat, cenderung memanas. Terutama yang terjadi didunia maya. Melalui media mainstream dan media sosial. Disamping saling mensosialisasikan program masing- masing, yang paling menonjol adalah saling klaim, saling olok dan ejek. Bahkan disinyalir ada terjadi kampanye hitam dan hoax. Inilah yang mengakibatkan suasana menjadi memanas.

..bersambung...

Minggu, 16 Desember 2018

Tahun 2018 Segera Berlalu

Berlalunya hari atau minggu dan bulan seperti lari saja rasanya. Kalau sudah begitu tidak bisa tidak, tahun pun pasti kan segera berganti pula. Tahun 2018 rasanya masih baru saja datang, tapi nyatanya sudah mau pergi.

Apa boleh buat, karena sang waktu sudah berputar pepak rentangan jangka waktunya. Bulan Desember merupakan bulan akhir tahun, bulan kedua belas (12). Selamat tinggal tahun 2018! Kau telah banyak mengejawantah peri kehidupan ini. Semoga semuanya kian bertambah wawasan dan kedewasaan.

Jumat, 14 September 2018

Pola Hidup Bersih dan Sehat Belum Membumi

Sore ini baru usai bersih-bersih halaman. Lhah iya masak yang namanya sampah plastik itu sebentar saja sudah berserakan, rata hampir memenuhi pelataran rumah lagi.

Padahal setiap pagi dan sore selalu dibersihkan. Disapu bersih. Jadi penasaran apa gerangan penyebabnya. Lalu ku perhatikan orang-orang yang berlalu-lalang.

Wah, pantesan saja sampah cepat muncul lhah wong kebanyakan orang-orang itu tidak perduli sama kebersihan lingkungan. Mereka yang perokok, dengan seenak udele buang bungkus rokok dan puntungnya disembatang tempat. Terus, yang senang jajanan jalanan seperti snack, cilot, atau ice cream juga begitu, ngelempar sesuka hati sampah plastiknya itu tanpa merasa bersalah.

Budaya pola hidup bersih dan sehat tampaknya masih saja belum membumi dimasyarakat kita, terutama yang tinggal di daerah pedesaan.

Rabu, 03 Januari 2018

Kualitas Kuantitas dan Semangat ( KKS )

Setiap kegiatan tertentu yang dilaksanakan seyogyanya tidak asal sudah dikerjakan. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa apakah hasil capaiannya bisa diukur oleh parameter atau kreteria hasil yang digunakan untuk menilai atau mengukur suatu kegiatan tertentu tersebut. Dengan kata lain bahwa setiap langkah kegiatan yang kita lakukan harus memiliki tingkat capaian standar kualitas nya. Inilah yang dimaksud dengan akronim 'K' yakni: Kualitas, pada judul tulisan ini. Sehingga kegiatan termaksud memiliki kualitas yang baik dan akan menjadi batu pijak yang kokoh bagi kegiatan berikutnya.

Apabila suatu kegiatan dipandang telah memiliki kualitas atau standar mutu yang baik maka ini harus tetap dipertahankan. Dan bahkan langkah selanjutnya adalah dikalikan sepuluh atau seratus dan seterusnya. Disinilah akronim 'K' yang kedua: Kuantitas, berperan. Jadi setiap kegiatan kita semua menjadi bermutu. Tidak ada lagi istilah berkegiatan atau melakukan suatu tugas kerja secara asalan. Satu contoh ringan, misalnya tugas menyapu rumah. Ini musti dikerjakan dengan baik dan benar. Tidak asal mengayuhkan gagang sapu. Kata orang jawa hasilnya supaya tidak 'korep', haha. Maksudnya menyapunya itu belang-belang, tidak bersih.

Satu tahap lagi yang kudu ditempuh, yakni akronim ketiga dari judul tulisan ini: 'S'- Semangat, maksudnya adalah bahwa setelah satu kegiatan dapat dilakukan dengan baik dan bermutu, lalu juga kegiatan lain berikutnya, dilakukan sama baik dan mutunya; sampai disini dibutuhkan semacam bahan bakarnya,yakni: Semangat.

Jadi lengkaplah sudah, ketiga tahapan tentang bagaimana kiatnya agar kita dapat melaksanakan kegiatan atau tugas kerja dengan penuh semangat dan berkualitas baik mutu hasilnya.