Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2024

Selamat Tahun Baru 2024 Semoga Semua Urusan Lancar

Memasuki bulan pertama tahun 2024, Ya si bulan Januari. Kuucapkan Selamat Tahun Baru! Semoga ditahun ini keadaan tetap baik- baik saja. Kenapa? Sebab ditahun kemarin, 2023 banyak peristiwa yang terjadi begitu saja baik diluar negeri maupun didalam negeri terjadi begitu saja hal- hal kecil dan ataupun yang besar yang sifatnya tragis. 

Mulai dari kisah- kisah yang terjadi dalam rumah tangga seperti KDRT, pelecehan seksual, tawuran antar kelompok dijalan, kasus- kasus penipuan dan pembunuhan, merebaknya pejabat korupsi sampai dengan gaduhnya dunia politik dan kisah- kisah dalam peristiwa perang kesemuanya pepak terjadi ditahun 2023.  

Maka oleh karena itulah diharapkan di 2024 ini semua urusan sisa kemarin akan rontok satu persatu selesai dengan sendirinya bak daun yang menua, layu dan berguguran. kering dan sirna tertiup angin. Tinggal pohon yang meranggas. Kemudian tunas daun muda bersemi kembali menggantikan masa tua menjadi masa muda yang ceria. 

Harapan dan target ditata kembali. Merencanakan dan mewujudkan keadaan yang lebih baik dan rasional. Melangkah dan bertindak dengan penuh sigap dan kemantapan sehingga cita yang diharapkan dapat tercapai dengan gemilang. Selamat berjuang menempuh hidup di 2024.  

Senin, 08 Januari 2024

Selamat Tinggal 2023 dan Selamat Datang Tahun Baru 2024

Pergantian tahun tidak terelakkan. Musti harus terjadi. Selamat tinggal 2023 dan selamat datang 2024. Tahun kemarin telah dilalui dengan penuh cerita kehidupan. Kisah suka dan duka silih berganti seolah tiada habisnya. 

Seiring bertambahnya usia semakin banyak saja pengalaman dan pelajaran hidup dialami. Beragam tantangan dan cobaan hidup telah dapat dilalui dengan tabah dan sabar. Semua deraan hidup yang dirasakan memberikan pendewasaan berfikir dan penguatan jiwa raga sehingga menjadi tetap tegar dalam menempuh kehidupan di hari- hari selanjutnya. 

Nah, ditahun baru ini, 2024 mari disambut bersama dengan rasa riang gembira dan perasaan damai. Semangat dan sikap yang optimis selalu terjaga. Diharapkan ditahun Shio Naga Kayu ini membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi semua.      

      

Senin, 02 Januari 2023

Tahun 2023 Sudah Datang

Selamat Tahun Baru 2023!

Kita berharap semoga ditahun 2023 ini dapat dijalani dengan lebih baik. Karena apa? Ditahun kemarin, 2022 yang garang kita dapat melaluinya dengan tabah dan sabar. 

Modal besar karena sukses menjalani tahun 2022 yang berat akan menjadi kekuatan kita untuk menjalani 2023. Jadi yang pokok adalah rasa ketabahan dan mempertahankan ketenangan. Sehingga apapun masalah yang akan dihadapi bisa diselesaikan dengan cerdas. 

Hmm.., mari berdoa dan beraktivitas selalu. Semangat Pagi!!   

Kamis, 30 Juni 2022

Heran Juga Sama Si Dia yang Cerdas

Ini boleh dikata termasuk langka. Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri. Ada seorang teman-lah, yang menurut hematku Dia begitu cerdas. Padahal pendidikan sekolahnya sangat minim. 

Dia itu, tentang filosofi kehidupan sangat luas cakrawala pemikirannya. Kok bisa ya.. ck ck ck...  Apalagi tentang kehidupan keagamaan-nya, tebal dan super sekali, bak Ulama Unggulan. 

Ku melihat, rupanya dia itu mudah sekali bergaul dan belajar pada keadaan sekelilingnya. Gaya bicaranya mantap dan akurat. Suka menghafal apa saja yang bermanfaat. Orang Jawa bilang, 'Isoan'. Dibilangi sedikit aja sudah ngerti dan bisa menerapkan.   

Minggu, 06 September 2020

Tetap Hadapi Covid-19 dengan Cerdas

Setiap hari lebih banyak tinggal dalam rumah saja, dibanding dengan ber-aktivitas diluar rumah. Ini terjadi, awalnya karena ada himbauan dari pemerintah yang saat itu memberlakukan PSBB Corona.
Sekarang sudah 6 - 7 bulanan berjalan Wabah Corona (Covid-19) belum mereda juga. Padahal pemerintah sudah berusaha keras sepenuh kemampuan dan segenap hati untuk bersungguh-sungguh membrantas- redamkan wabah virus ganas ini. Perkembangan terakhir malah angka kasus harian secara nasional meningkat terus sampai bisa dibilang kisarannya antara 2500 - 3000 orang lebih dalam sehari, terpapar Covid-19.
Setelah PSBB diberlakukan, kehidupan ekonomi warga-masyarakat kocar-kacir. Lalu ada kebijakan pemerintah untuk memberikan bantuan sosial tunai (BST) lumayan dapat longgar sedikit tekanan kebutuhan harian.
Strategi baru diterapkan oleh pemerintah. Cara hidup berdamai, berdampingan dengan Kuman Covid-19. Jalan ini ini dipilih karena disimpulkan dengan penerapan PSBB terlalu lama akan menghancurkan kehidupan ekonomi rakyat, bahkan negara juga akan defisit anggaran. Cara baru ini dikenal dengan istilah Kehidupan 'New Normal', cara hidup dengan tatanan baru. Cara hidup dengan disiplin penerapan Protokol Kesehatan, antara lain pada pokoknya adalah: 1) Memakai/ mengenakan Masker hidung dan mulut saat beraktivitas. 2) Menjaga jarak aman dengan oarang lain 1,5 - 2 meter) dan 3) Sering menncuci tangan dengan sabun diair mengalir.
Pada awal bulan September 2020 ini, hasilnya.. Sebaran Covid-19 tidak mereda, malah terasa makin luas dan masif, yang terpapar tembus 190.000 an lebih. Sampai- sampai kemarin dulu ada berita, bahwa para Epidemiolog mengusulkan agar Indonesia perlu Lock Down.
Menanggulangi wabah Covid-19 ini merupakan tanggungjawab bersama. Tanggungjawab seluruh warga-masyarakat Indonesia dan bahkan dunia. Jangan hanya menyerahkan kepada pemerintahnya saja. Disiplin penerapan Protokol Kesehatan sangat penting untuk ditingkatkan terus- menerus. Serta upaya pencarian Obat dan pembuatan Vaksinnya harus terus segera diupayakan secepatnya.

Selasa, 04 Agustus 2015

Ejekan dan Cemo'ohan Terhadap Presiden

Orang hidup dalam perjalanannya mengalami beragam godaan dan cobaan. Dimulai dari orang biasa sampai ke-orang yang disebut orang penting seperti Mentri atau bahkan presiden sekalipun. Belakangan ini mencuat pernyataan dari Wapres Jusuf Kalla (JK), yang banyak menyedot perhatian masyarakat.

Pasalnya, JK melalui mass media mengatakan bahwa masyarakat diharap berhati-hati dalam berkata-kata tentang diri sang presiden, utamanya tulisan di media sosial. Dimaksudkan agar warga tidak melakukan ejekan, cemo'ohan, ataupun penghinaan terhadap diri presiden Jokowi. Karena menurutnya bisa berujung masuk bui.

Kemudian pemerintah mengajukan usulan Revisi UU KUHP, khususnya untuk menghidupkan kembali pasal-pasal yang berkaitan dengan penghinaan kepada presiden. Diwaktu yang lalu --saat Ketua Mahkamah Konstitusi di jabat oleh pak Jimly-- telah dicabut dengan alasan bahwa pasal tersebut sudah tidak sesuai, karena membatasi kebebasan berpendapat.

Dikabarkan juga hari ini DPR menolak usulan revisi tersebut. Maka makin ramailah orang yang berpolemik tentang masalah pasal penghinaan ini.

Sementara itu Mentri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo menegaskan niatnya untuk tetap mengajukan Revisi UU KUHP. Sebab menurutnya presiden adalah pemimpin kita. Kepala Negara yang harus di hormati. Bukan dengan seenaknya bisa diejek atau dihina oleh sembarang orang tanpa kendali. Bahkan disebutkan olehnya bahwa presiden itu lambang negara.

Hmm.. atas adanya pernyataan-pernyataan pak Cahyo Kumolo itu, muncul reaksi-reaksi beragam di kalayak ramai khususnya di sosial media. Disebutkan antara lain jika tidak mau di kritik janganlah jadi pemimpin. Lalu di sanggah dengan pernyataan mengkritik dan menghina itu ada bedanya. Sehingga akibatnya seakan antara kata meng-kritik dan meng-hina menjadi rancu pengertiannya. Batasan dari nuansa mengkritik atau menghina menjadi kabur.

Dilain fihak bagi presiden sendiri menyatakan bahwa ejekan, cemo'ohan ataupun penghinaan sudah merupakan makanan sehari-hari. Keadaan ini dialami sejak masih menjadi Wali Kota Solo sampai dengan hari ini saat menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia. "Kalau saya bisa saja menuntut, tapi nanti yang kena bisa ribuan, maka hal itu tidak saya lakukan," demikian kata pak Jokowi dalam suatu kesempatan jumpa pers.

Terlepas dari semua pembicaraan diatas, maka bagi kita yang mungkin masih memiliki rasa-roso yang utuh dan netral, kiranya hal-hal demikian ini tidak usahlah dipertajam menjadi sesuatu yang terasa menghebohkan. Yang penting semua fihak harusnya tetap memiliki rasa "tepo seliro." Jika tidak mau disakiti maka janganlah menyakiti orang lain.

Jati diri dan kepribadian bangsa yang luhur mari dipertahankan. Kita adalah bangsa yang santun. Penuh hormat terhadap sesama. Apalagi kita dikenal sebagai bangsa yang religius. Jadi semua fihak harus tetap pada kontrolnya masing-masing. Hidup berdampingan secara rukun dan damai.




Jumat, 29 Mei 2015

Biasakan Beli BBM Mahal

Baru-baru ini ada pejabat yang memberi nasehat seperti kata-kata yang tertera di judul tulisan ini. Hehe.., mau tidak mau harus mau beli BBM mahal. Kalau tidak motor atau mobil kan tidak bisa jalan. Tapi masalahnya bukan pada dibeli atau tidak, melainkan tentang maksud dibalik nasehat tersebut. Apa kira-kira ya makna yang terkandung dibalik nasehat itu?

Mungkin untuk menyiapkan mental warga agar terbiasa dengan gejolak turun-naiknya harga BBM dipasaran. Sebab harga BBM di Indonesia sudah tidak stabil lagi seperti dulu ketika Subsidinya belum dicabut oleh pemerintah Jokowi JK. Dulu kan ada penahannya, walau harga minyak dunia naik, tetap saja murah didalam negeri. Tak lain berkat Subsidi BBM oleh pemerintah yang tetap bersikukuh tidak mengubah harga demi kepentingan warga masyarakatnya.

Dengan membiasakan mau membeli BBM mahal --BBM tanpa Subsidi-- maka secara langsung atau tidak langsung, masyarakat telah membantu pemerintah menghemat APBN yang ada, yang katanya defisit itu. Agar dengan begitu pemerintah bisa mempunyai kemampuan untuk melaksanakan rencana pembangunan di bidang lain-lainnya yang juga dianggap penting. Misalnya pembangunan infrastruktur, pembangunan dibidang pendidikan, juga pembangunan dibidang kesehatan. Dan pula tidak kalah pentingnya adalah untuk memberikan bantuan langsung tunai kepada warga pra sejahtera, warga miskin. Bagus sekali konsep ini memang.

Pada kenyataan berjalan apa yang terjadi? Banyak dampak masalah yang timbul akibat dari kebijakan tersebut. Terutama terhadap melonjaknya ongkos-ongkos transportasi dan harga-harga bahan sembako. Jadi sebenarnya warga tidak hanya dibiasakan untuk membeli BBM dengan harga mahal, namun juga dibiasakan untuk membeli jasa transportasi dan bahan sembako dengan harga tinggi pula.

Sementara itu, berita tentang pencurian minyak mentah tersiar kemana-mana jadi topik hingar bingar sampai sekarang. Katanya ada Mafia Migas. Pemerintah rupanya berniat memberantas kejahatan ini dengan tidak pandang bulu. Tetapi sejauh ini masih belum ada kabar yang jelas tentang seberapa jumlah besaran dana milik negara yang bisa diselamatkan.

Waktu terus berputar dan keadaan terus berjalan dengan segala perubahan dan suka dukanya. Warga masyarakat nurut dan berdiam diri. Apa yang telah menjadi ketentuan pemerintah dijalanai. Meskipun terasa pahit dan getir. Meskipun beban kebutuhan hidup terasa lebih berat. Rata- rata semua diam. Hanya bisa menghela nafas panjang berkali-kali.

Ketika bulan Mei 2015 tiba, tidak dinyana kemudian ada demonstrasi atau unjukrasa damai dari seluruh elemen Mahasiswa seluruh Indonesia. Menyuarakan aspirasinya mewakili warga yang notabene dalam hal ini adalah keluarganya, para orang tuannya yang membiayai sekolahnya. Para orang tua atau warga masyarakat yang menjadi Kepala Keluarga merasa tertekan dengan adanya saran untuk membiasakan diri membeli barang-barang kebutuhan dan ongkos-ongkos yang mahal.

Nah, sekarang bisa dirasakan bahwa apakah kebijakan agar masyarakat mau mengerti dan bersedia menderita dengan harga-harga yang terus membubung tinggi adalah kebijakan yang tepat dan efektif? Sementara itu kegiatan ekonomi makro dilaporkan BPS keadaan laju ekonomi Indonesia, mengalami pelambatan, target masih berada dikisaran 4,7% (Bloomberg Tv) mari kita simak bersama-sama.

Jumat, 23 Januari 2015

Antara Naik Turunnya Harga BBM dan Kepanikan Masyarakat

Ketika diawal Januari 2015 lalu BBM Subsidi dinaikkan harganya oleh pemerintah, masyarakat hanya bisa mengusap dada. Misalnya seperti Premium yang tadinya Rp.6500,- dinaikkan menjadi Rp.8500,- per liter. Lalu harga di Kios-kios eceran dijual antara Rp.9000,- sampai dengan Rp.10.000,- per liter. Dan stok atau distribusi BBM kadang langka yang akibatkan paniknya masyarakat. Bila distribusi BBM datang lain lagi masalahnya, yakni terjadi antri panjang si SPBU.

Harga-harga sembilan bahan pokok (Sembako) dan ongkos angkutan (Transportasi) umum ikut merambat naik. Masyarakat harus menyesuaikan diri dengan harga-harga Sembako dan BBM yang relatif mahal. Yang penghasilan pas-pasan kudu mengencangkan ikat pinggang rapat-rapat. Makan tiap hari sambil dihantui kekhawatiran sewaktu-waktu kehabisan bahan dan belum bisa membelinya kembali. Hahahh...

Padahal setelah dikeluarkannya kebijakan untuk menaikkan BBM bersubsidi, tidak lama kemudian dalam hitungan hari harga minyak mentah dunia menurun drastis. Sedangkan harga di dalam negeri malah kebalikannya menaik harganya. Keadaan yang timpang inilah kemudian pemerintah mendapatkan kritik-kritik pedas dari berbagai kalangan. Sempat menjadi polemik. Untuk mengatasi gejolak atau kegelisahan atau kepanikan masyarakat lalu ada upaya-upaya untuk menjelaskan dan memberi motivasi kepada masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengatakan bahwa jangan takut membeli BBM mahal seperti orang di Papua itu. Pokoknya penyuluhan itu tujuannya untuk mengubah anggapan masyarakat tentang harga BBM yang mahal menjadi hal biasa yang perlu dihadapi.

Oleh karena harga minyak dunia sampai dengan minggu kedua bulan Januari 2015 menunjukkan penurunan terus, maka ada wacana pemerintah untuk menurunkan kembali harga satuan BBM bersubsidi. Ternyata memang benar pada beberapa hari lalu, harga diturunkan. Harga Premium Rp.8500,- diturunkan kembali menjadi Rp.6600,- per liter. Sampai disini masyarakat agak kaget juga mendengarnya, karena tadinya tidak menyangka akan secepat itu turunnya. Tapi namanya BBM turun harga, ya kagetnya itu cepat berubah menjadi semacam kegembiraan dan kelegaan rasa yang selama ini merasa tertekan juga dengan isu-isu BBM ini. Maka sampai dengan hari ini catatan ini dibuat harga tetap turun lagi, yaitu Rp.6600,- per liter utk Premium.

Namun kenyataannya, dengan harga yang sudah diturunkan ini yang semestinya bisa menjadi suatu penghiburan bagi masyarakat umum pengguna BBM untuk kegiatannya sehari-hari, belum merasakan kegembiraan tersebut. Loh.., ada apa? Pasalnya adalah walau BBM harganya turun pada hari pertama dan kekdua diturunkan sulit membelinya. Lantaran harus antri panjang di SPBU- SPBU. Bahkan ada beberapa SPBU sampai kehabisian stok. Wahh.. terpaksa kalau ingin tangki kendaraan terisi cepat harus mencari ditempat lain. Spekulasi ke kios-kios kecil. Tapi ya begitu, harganya jadi tidak murah lagi, bahkan bisa mencapai Rp.9000,- sampai dengan Rp.10.000,- per botol/liter. Hahaha.. dinaikkan dan diturunkan harga BBM tetap membelinya dengan harga tidak sewajarnya. Apa hendak dikata, yah dilakonin aja!

Nah.., sekarang yang akan saya omongkan disini adalah kabar tentang wafatnya Raja Kerajaan Arab Saudi, Abdullah Bin Abdulazis kemarin tanggal 23 Januari 2015. Berkaitan dengan kabar duka ini, diisukan kabar bahwa minyak dunia naik lagi. Wah masalahnya untuk didalam negeri ini, apakah nanti akan secepat dinaikkan atau diturunkan lagi harga BBM-nya ya. Mengingat keterangan dari pemerintah bahwa harga BBM akan mengikuti tren pasar.

Demikianlah catatan kecil ini saya buat di Blog sederhana ini. Semoga bisa membantu mengingat cerita tentang isu BBM di negeri ini. Catatan ini sewaktu-waktu saya edit untuk menyesuaikan detail yang mungkin belum sempat saya tulis.



Senin, 19 Januari 2015

Ribut Jadi Ciri Sistem Demokrasi

Inilah konsekwensi dari menganut sistem demokrasi. Tidak usah kaget dengan keadaan yang ribut terus. Sedikit-sedikit ribut, ricuh, turun jalan. Ramai-ramai berdemontrasi dan melakukan aksi orasi ditempat terbuka.

Memang lalu terkesan kacau balau keadaannya. Semrawut, tidak keruan alur yang hendak dicapai. Namun biasanya kemudian semua kejadian mengendap. Bagai air yang jernih kena aduk menjadi keruh. Kemudian air ditenangkan dan menjadi jernih kembali. Biasanya kejernihan setelah itu terasa lebih hidup, lebih sehat.

Demikian pula keadaan dinegeri ini. Gaduh politik. Kisruh politik. Keadaan menjadi menghangat. Kalau perlu memanas sedikit. Haha... kayak buat masakan itu, diberi bumbu yang pedas agar lebih mantap dan nyaman.

Seperti baru-baru ini, pemerintah mau milih ketua MK ribut, mau memilih Ketua KPK ribut, mau memilih Kepala Polisi ribut, bahkan nanti kalau ada musim pilihan gubernur, bupati, kades.. bisa diprediksi akan ribut dan ribut lagi.

Begitulah kalau menganut sistem demokrasi. Tidak enak memang kisruh terus. Sebagian orang jadi jenuh dan bosen dengan sistem ini. Lalu merindukan gaya pengaturan yang streng. Yang otoriter asal stabil sehingga kehidupan sosial ekonomi tampak agak lebih tenang. Namun meskipun sistem demokrasi itu dianggap jelek mungkin, tapi menurut para ahli dan pengamat menilai bahwa sistem demokrasi tetap jadi pilihan terbaik. Ini dibanding dengan sistem Monarki atau sistem-sistem lainnya yang terjadi sebelum jaman demokrasi merebak seperti sekarang.

Jadi se tak enak-enaknya sistem demokrasi masih yang paling enak. haha... ya seperti rasa masakan tadi. Pedas tapi dicari. Hmmm.....

Jadi kesimpulannya, kita tidak usah kaget atau heran atau jenuh atau muak dengan sistem demokrasi seperti yang kita anut sekarang. KIta patut bersyukur dengan penjaminan kebebasan berbicara dan atau berpendapat. Hak-hak individu didengar dan diberi perhatian khusus secukupnya. Dibanding dengan sistem lain yang membungkam hak individu untuk bisa hidup lebih enjoy dan nyaman.

Minggu, 29 September 2013

Melekan Malam Mencari Inspirasi

Malam ini duduk sendiri ditemani salah satu Stasiun Televisi yang menayangkan acara malam yang berisik dan konyol sekali. Terserah mau main apa tivinya. Silahkan saja, makin berisik makin asyik kog malam-malam sendiri melekan begini. Lhoh ada apa tidak pergi tidur saja? Cari gawe aja pakai melekan segala! Itulah mungkin antara lain yang ada dibenak pembaca setelah secara kebetulan terjebak dan membaca celoteh ini. Hehe.. tenang ajalah.

Yah entahlah kenapa akhir-akhir ini keadaan datang begitu saja menghimpit. Dengan derasnya tiba-tiba masalah bertumpuk dihadapan mata. Kesemuanya tampak menunggu penyelesaian segera. Nah, oleh sebab hal-hal tsb. diatas itulah makanya sekarang tidak tidur.

Disamping untuk mencari jalan keluar terhadap masalah yang menghimpit terus yang lebih penting dari itu adalah melekan malam ini dimaksudkan juga untuk melihat, merasakan dan memahami satu-persatu apa saja yang dirasakan oleh fihak yang melakoni langsung lakon kegiatan harian yang dialami. Kemudian memberikan support atas keadaan yang ada yang terlihat. Dukungan tidak harus materi saja tapi moril juga lebih penting karena dapat memberi ketenangan dan semacam perlindungan terhadap masalah yang mendera.

Mudahan aksi tidak tidur ini besok pagi akan dapat memberikan inspirasi jalan keluar sebagai solusi tepatnya. Iya begitu kira-kira rasanya. Coba saja kita lihat besok.

Selasa, 01 Mei 2012

Abunawas Diangkat Jadi Penasehat Raja

Dahulu kala ada seorang Raja dari negara Entah Barantah. Baginda raja ini termasuk raja yang paling ngetop. Tapi tunggu dulu ya, top apanya ya.. tidak lain adalah top tentang aksi demo rakyatnya. Terlalu seringnya aksi unjuk rasa mengecam kebijaksanaannya yang dikenal kurang pro rakyatnya. Kebijakan yang dibuat dianggap terlalu melindungi kepentingan asing.

Menurut Baginda raja, pemodal asing ini perlu dibuat kerasan tinggal dinegeri Entah Barantah yang dikendalikannya. Dengan banyaknya pemodal asing yang menanamkan investasi dinegerinya, maka peredaran uang akan berdampak positif bagi perekonomian dalam negeri. Begitulah konsep strategi bidang ekonomi yang diterapkan olehnya. Disamping itu Baginda akan semakin mendapat kemudahan dukungan finansial dari negara-negara investor, sekaligus menjadi negara pemberi hutangan.

Namun demikian para investor asing dilain fihak, mempunyai kiat-kiat tertentu pula untuk dapat secara cepat memupuk modalnya. Mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, dan pengeluaran sekecil-kecilnya. Bukankah dinegeri Entah Barantah ini tenaga kerjanya murah banget. Mengapa tidak membuka lahan disana. Lagian sumber daya alamnya yang kaya melimpah ruah. Hmm.. eman kalau tidak di kuasai dan di eksploitasi. Pasti akan mendapat keuntungan ganda dan bahkan berlipat- lipat. Demikian pikir para investor asing tersebut.

Tapi bagaimana ya cara masuk dan mempengaruhi negeri Entah Barantah ini. Oh ya, bukankah Baginda raja selalu membutuhkan uang untuk biaya operasionalnya yang terkenal royal. Haa ya.. maka para investor asingpun akhirnya masuk dengan cara ini. Segala kebutuhan finansial dicukupi. Kemudian rencana aselinya dilancarkan, yaitu membuka bisnis pertambangan. Mengeksploitasi dan mengeksflorasi kekayaan alam negeri Entah Barantah. Bisnis untuk mengeruk hasil tambang, atau menguras hasil bumi ini paling disukai para investor asing. Mereka berusaha berurat berakar dibidang ini. Termasuk bisnis minyak bumi.

Sayang keadaan tidak berlangsung lama karena, tiba-tiba kini keadan sudah berubah. Baginda raja tidak merasakan perubahan jaman yang sedang berjalan. Mungkin karena keasyikan turut mengenyam kenikmatan strategi jitu. Perubahan jaman dirasakannya berputar terlalu cepat. Rakyatnya menjadi makin sadar kalau dirinya hanya diperalat dan dijadikan korban keserakahan. Akhirnya rakyat bersatu-padu melakukan protes-protes tentang ini itu. Sang Baginda raja sampai pusing merasakan didaulat terus-menerus oleh para rakyatnya yang sebagian besar hidupnya masih sengsara dan kelaparan kekurangan pangan.

Dalam keadaan  begini Baginda raja menjadi teringat akan seorang sahabatnya yang bernama pak Abunawas. Seorang yang dikenal amat cerdik membuat kiat alasan atau dalih-dalih. Megapa tidak minta bantuan pak Abunawas saja ya.. dia kan nanti bisa kasih saran untuk bagaimana menghadapi para pengunjuk rasa yang makin berani dan sering dilakukan ini. Hah, ya! begitulah pikir Baginda raja, lalu para punggawa disuruhnya memaggil pak Abunawas untuk menghadapnya.

Disuatu pagi yang cerah, pak Abunawas datang memenuhi panggilan Baginda raja. Ia dipersilahkan duduk ngesot dihadapan raja yang duduk megah disinggasananya. "Wahai Abunawas.. tahukah engkau maksud pemamggilanmu keIstana ini?" tanya Sang Baginda raja. "Daulat Tuanku.. hamba belum tahu" jawab pak Abunawas, penuh selidik. Pikirnya, wah Baginda ini pasti akan memita pendapatnya.

Baginda raja mengambil Pipa rokok bengkongnya. Ditempelkan dibibirnya yang tampak klemis tanpa kumis. Digigitnya pipa rokok yang sudah ada tembakau didalamnya. Lalu seorang ajudan pelayan raja menyalakan pemantik antik milik raja. "Crassss'' bunyi pemantik tersebut memenuhi keheningan suasana ruangan pertemuan.raja. Asap mengepul berputar-putar membubung keudara ruang yang luas itu. Sekali lagi Sang Baginda menghisap rokoknya, lalu bertitah: "Engkau tahu sendiri Abunawas.. aku terlalu risih melihat para rakyat yang selalu berunjuk rasa itu. Maka oleh karena itu engkau sekarang kutunjuk menjadi penasehatku!" Suara Baginda terdengar mantap, sambil mata Baginda menatap tajam kemuka pak Abunawas. "Ampun Tuanku.. nasehat apakah yang Baginda perlukan Tuanku sampai mengangkat hamba menjadi penasehat?" jawab pak Abunawas dengan penuh hati-hati, sebenarnya lebih kepada sekedar basa-basi. "Begini..", kata Baginda raja. "Bagaimana cara menghadapi para pendemo yang makin menyebalkan itu? Aku ingin tidak usah repot-repot menghadapinya."

"Ooo masalah itu mah gampang sekali Baginda! Ketka mereka berdemo didepan Istana, tinggalkan saja Istana ini Baginda !!, bisa kan liwat pintu darurat. Dan pergi bersantai ketempat lain.. beres sudah!" sahut pak Abunawas dengan lancar.

"Oh.. benar sekali engkau Abunawas. Baik kalau begitu. Setiap ada demo aku akan keluar Istana dan pergi bersantai ditempat kesukaanku. Tidak rugi aku mengangkatmu menjadi penasehatku" kata Baginda sambil memanggut- magutkan kepalanya terkesan serius.

Maka sejak pak Abunawas menjadi penasehat raja, Sang Baginda kini tidak usah merasa pusing-pusing lagi menghadapinya. Cukup dengan meninggalkan Istana dan pergi ketempat lain. Hmm.. ya, Biarkan anjing mengonggong Khalifah tetap berlalu. **   

Selasa, 17 Januari 2012

Kota Lumajang yang Anteng Kayak Klentheng

Terus terang saja, saya salut deh dengan kota pisang ini. Kota yang anteng kayak klentheng (isi buah kapuk). Kanapa saya menyebutnya kota yang anteng? Tak lain karena selama ini tidak pernah terjadi hal- hal atau kejadian yang ekstrem. Kalaupun ada, itu hanya bersekala kecil dan sangat logis, artinya apa yang diresolosi memang bener- bener kebutuhan mendasar warganya, kalau tidak nemen- nemen (keterlaluan) tidak akan ada demo oleh warga yang dirugikan.

Sebenarnya kota ini selain relatif aman dan damai, juga memiliki letak- geografis yang indah. Letaknya perpaduan antara daerah pantai selatan dan lereng pegunungan Lamongan dan Semeru. Dengan demikian hawa udaranya relatif sejuk. Apalagi masih banyak pohon- pohon besar yang masih tersisa, belum punah seluruhnya.

Bila mengingat keadaan kota Lumajang di jaman lampau, yang berkesan adalah keadaan infra struktur jalannya yang relatif mapan. Jalan aspalan dikota dan yang menghubungkan kota Lumajang dengan kecamatannya bagus- bagus, dan disebelah menyebelah ruas jalan ditumbuhi pohon rindang yang kokoh. Meski waktu itu sarana jalan desanya masih premitif, tapi orang- orang desanya nrima. Bahkan tidak mengeluh berlebihan. Memang orang Lumajang itu pada dasarnya, orang yang nrimoan (sabar dan penuh kasih) adanya. 

Situasi dan kondisi kota Lumajang yang seperti dilukiskan diatas, akan menjadikan para penguasanya, para pejabat pemerintahannya tidak terlalu perlu bekerja keras. Cukup dengan santai- santai saja. Cukup duduk dibelakang meja saja. Hanya sesekali turun lapangan untuk mengecek dan bersilaturahmi dengan warga yang ramah- ramah rada malau- malu. Pokoknya warga masyarakatnya, terutama yang tinggal didesa- desa ayem (tenteram) ritme kehidupannya, tidak suka menuntut haknya yang neko- neko (berlebihan). Asal dapur masak masih mengepulkan asapnya dan makanan telah masak untuk sehari siap, ya sudahlah. Malah kalau perlu dijam- jam produktif, seperti pada pukul 10.00 pagi misalnya, mereka yang perempuan pada petan (cari kutu kepala) dan yang laki- laki pergi bermain santai atau pergi memancing ikan.

Yah.. tapi itu keadaan kota kabupaten Lumajang yang sangat dulu sekali. Lalu bagaimana keadaan yang sekarang? Saya kira tidak terlalu jauh berbeda. Yang berbeda sekarang itu ialah sarana jalannya yang sudah pada rusak. Sehingga ditahun 2012 ini pemerintah kabupaten, membuat anggaran besar sekali untuk memperbaiki ruas- ruas jalan yang rusak dikota dan didesa. Sangat perlu diawasi bahwa para Kontraktor nakal!, yang suka bangun jalan, terutama yang jauh dari perhatian kabupaten, kualitasnya sangat buruk. Sehingga jalan belum berumur satu tahun sudah terlepas semua aspalnya. Jalan berlubang- lubang kembali dan sangat mengganggu keselamatan penggunanya.

Harapan saya sih, meskipun para pemimpin dan atau para pejabat di Lumajang itu dienakkan oleh kebiasaan tradisi kelasik orang Lumajang yang adem ayem (orang penyabar), ya.. tetaplah produktif dan inovarif. Jangan sampai situasi dan kebiasaan asal kota Lumajang terusik oleh hal- hal asing dan baru yang merugikan warga kota kabupaten yang letaknya bagai kantong lintasan lalu- lintas jurusan dari barat ketimur (Probolinggo - Jember). Semisal baru- baru ini, didaerah Yosowilangun Kidul, tepatnya didesa pesisir, Wotgalih. Perusahaan Penambang Biji Besi, tentu manajemennyalah, terkesan terlalu arogan. Penduduk pribumi yang hidupnya tenang merasa terusik karena ada hal- hal mendasar yang kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Disamping itu keseimbangan keadaan lingkugan rupanya kurang diperhatikan. Solusi yang rasional dengan memperhatikan kelestarian alam atau ramah lingkungan dan kesehatan semestinya diutamakan.

Nah, saya kira ngobrol tentang Lumajang sikota kantong, sikota pisang, dan yang seanteng klentheng ini sampai disini dahulu. Kedepan saya akan banyak menulis lagi tentang Lumajang, lebih- lebih tahun depan, 2013, yang akan ada pilihan bupati yang rupanya sudah bergaung mulai hari ini.