Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juni 2023

Situsku Ini Disebut Not Secure

Wah.., gimana nih ya.. kok situsku ada kode 'Not Secure' disebelah kiri alamat situs melalui Chrome ini. Tolong bagi yang paham bahwa bagaimana cara mengubah agar situsku ini kembali seperti semula, jadi situs yang smart dan aman. 

Pastinya bahwa mengapa aku mempertahankan situs ini adalah karena emang sudah sangat sayang sama konten- konten yang ada didalamnya, terutama yang lama- lama. 

Semoga juga dengan mengutak- atik setelan dapat kudapatkan cara untuk membuat situsku ini menjadi baik dan aman kembali. Saya juga berharap Admin di Blogspot dapat membantu kesulitanku. 

Minggu, 26 September 2021

Berteman dengan Sang Malam

Orang bilang jikalau malam hari kurang tidur adalah tidak baik. Ya, saya setuju dengan itu. Sebab, jelas ini akan membuat fisik atau si tubuh kurang istirahat. Keesokan hari nya akan molor bangunnya. Itu kalau tidurnya larut malam lo. Tapi semisal, tidak tidur lalu terusan bekerja pagi. Wah.., bisa sempoyongan karena mengantuk. 

Namun demikian, bagi orang- orang tertentu.. justru kita dibuat heran. Mereka malah jarang tidur sore- sore, bahkan tidak tidur semalaman. Entahlah padahal kelihatannya tidak tidurnya itu bukan untuk melakukan sesuatu yang tampak penting --dari pandangan mata-- sepertinya ya biasa- biasa saja. Cuman duduk- duduk, atau baca- baca, atau ngobrol dengan beberapa temannya. Malah ada yang hanya berdiam diri, duduk sendirian tapakur sampai berjam- jam. 

Saya jadi ingat dengan orang yang mengatakan kepada saya dulu. Katanya, tidak tidur malam itu biasa dilakukan oleh orang- orang yang memang sudah terlatih. Sudah bisa melawan 'Bioritmik'. Bahwa kita tidak tahu kapan ia tidur, baik siang atau malam hari. Tapi tetap tampak energik.

Mungkin, karena apa ya.. kok bisa betah melek gitu. Nah malam ini tadi, saya nyoba konsep atau buat redaksi untuk auto sugesti. Sekaligus saya buat judul tulisan atau coretan ini. Echh.. jadinya tidak ngantuk dan enjoy sampai pukul 04. 45 WIB ini. Badan tidak capai apalagi ngantuk, tidak sama sekali. 

Percobaan ini tentu nggak boleh sembarang ditiru loh ya. Karena prosesnya panjang dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa melakukannya. Rupanya orang yang bilang sama saya tersebut diatas menular ilmunya, haha.. ilmu melek malam. *

Rabu, 16 September 2020

Operasi Justisi Masker

Akhirnya, penertiban penerapan Protokol Kesehatan diadakan serentak diseluruh wilayah negeri yang sedang tidak hentinya terlanda wabah Covid-19 ini. Jadi ikut lega, karena selama ini saya selalu konsisten mengingatkan warga sekitar saya agar tetap selalu mengenakan masker dengan tanpa kendor. 

Terkadang saya merasa lucu karena kesal sendiri, kenapa saya dan keluarga saya tekankan tetap disiplin Protokol Kesehatan. Sementara itu setiap hari, saya melihat warga sekitar saya --didesa-- jarang yang mengenakan Masker ketika ber-aktivitas diluar rumah. Ini sempat membuat saya sedikit stress. Tapi begitu mendengar ada operasi justisi masker digelar, hmm... legalah hati saya jadinya. Sebab, ternyata bukannya saya yang mengada-ada, selalu pakai masker setiap keluar rumah. Melainkan karena memang ada itu yang namanya penyakit menular akibat kuman/ virus Corona --Covid19-- dan sedang gentayangan setiap saat. 

Pasalnya juga karena rupanya ada banyak warga masyarakat yang kurang percaya bahwa diluar rumahnya ada wabah Covid-19 yang sangat menular. Kalau ada yang bicarakan Covid, mereka menganggap hal berita itu adalah Hoax adanya. Hmm.., ini loh, yang perlu diluruskan. 

Maka dengan adanya operasi masker oleh fihak yang berwenang, warga akan mikir dan perlahan tersadar bahwa wabah penyakit menular Corona ini ada dan berbahaya.Dalam hal ini, Negara telah betul-2 hadir untuk menghalau para warga yang bebal dan bandel itu, agar segera juga ikut menunjang kesuksesan penanganan wabah ini, Turut serta berdisiplin Protokol Kesehatan: Kenakan Masker, Jaga jarak aman, dan sering cuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Jumat, 10 Juli 2015

Rindu Makan Ketupat Fitri

Bagi masyarakat perkotaan makan Ketupat hari raya Fitri sangat terasa nikmatnya. Kenapa? Mungkin karena di daftar menu hariannya jarang terdaftar. Baru dibuat kalau pas hari raya saja. Lain halnya kalau masyarakat di pedesaan, hampir tiap bulan selamatan. Jadi Lontong atau ketupat pasti dibuat.

Bicara masalah makanan ketupat, aku jadi teringat masa-masa lalu. Dimana ada seorang teman yang sepertinya acara makan ketupat ini di sakral-kan sekali. Bagaimana tidak, waktu jelang hari raya kurang satu, aku sudah diteleponnya. Diwanti-wanti, diharap datang keesokan harinya pagi-pagi sekali.

Dan pada saat aku sungguh datang pada pagi hari besoknya, sekira pukul 07.30, ternyata temanku ini, sebut saja namanya Ibu Fatma (nama samaran) sudah menyiapkan makanan ketupat untukku. Diatas meja makan yang rapi dan bersih di ruang makannya, tampak olehku ditata rapi Ketupat dan Lontong itu. Kemudian ada bumbu petis dan telurnya. Ikan ayam goreng kampung. Dia bilang: "Monggo dimakan yang banyak,dihabiskan ya," suaranya terdengar sumanak (penuh kekeluargaan).

Dasar aku sudah rindu makan ketupat, maka kusembelih beberapa buah ketupat dan satu Lontong. Porsi piringku jadi gemuk sekali. Amber bahasa jawanya. Hahaha.... kusantap dengan mantap ketupat dan ikan-iakannya. Terasa nikmat betul. Apalagi rasa bumbu petisnya... aduhh mak, lezatnya. Tidak berapa lama kenyanglah sudah perutku. Puas sekali.

Ibu Fatma hanya senyum-senyum saja melihat tingkah polahku waktu makan. Seperti orang tidak pernah makan ketupat saja. Hehe.. emang jarang koq makan ketupat. Rakus sekali jadinya. Tapi Ibu Fatma dan keluarganya ikut lega dan puas juga karena bisa menjamu temannya disaat yang tepat. Diwaktu hari raya Fitri yang ceria dan berbahagia.

Ternyata makan ketupat dihari raya Fitri itu lain sekali suasana dan rasanya. Kalau makan ketupat di orang jual rujak rasanya seperti biasa saja. Mungkin karena kurang seremonial kale ya. Begitulah, bahwa ketupat Fitri lebih nikmat dari ketupat biasa. Hehehe.... koq bisa ya.

Hebatnya, acara ini dulu tiap tahun berlangsung, dimana pasti aku diundangnya kerumahnya. Tidak afdol katanya kalau belum mengundang teman kerumahnya untuk acara makan ketupat Fitri.

Sekarang, seiring waktu berjalan aku sudah jarang bertemu dengan Ibu Fatma dan keluarganya. Terutama setelah sepeninggal suaminya yang wafat karena sesuatu sakit yang dideritanya. Semua tinggal didalam kenanganku. Kebaikan hati ibu Fatma dan keluarganya tidak akan pernah terlupakan seumur hidupku.

Jumat, 06 Desember 2013

Bisa Jadi Uang Datang Malapetaka Datang

Memegang Uang ditangan apalagi dalam jumlah yang banyak akan membuat orang menjadi serba tidak tenang. Keadaan ini dapat dirasakan dan dibandingkan saat orang justru sebaliknya cenderung kekurangan Uang namun dapat tidur dengan nyenyak. Kalau rasa tidak tenang sudah menyerang pada saat orang sedang memegang uang banyak biasanya seterusnya akan menjadikan orang tersebut makin tidak tenang dan panik. Dalam keadaan panik ini tidak disadarinya bahwa telah banyak uang yang dipegangnya berkurang sedikit demi sedikit jumlahnya. Kenapa kog bisa begitu? Ya sebab ketika seseorang mengalami kepanikan ia akan mencari ketenangan yang sebelumnya dimilikinya. Ia merasa kini kog sulit untuk menjadi tenang itu, terutama pada saat memegang uang banyak. Tidak tahu kapan datangnya, tiba-tiba saja kecemasan berubah menjadi merasakan ketakutan akan keadaan bahwa uang yang dimilikinya akan habis percuma.

Orang akan mencari ketenangan itu kembali padanya dengan cara mencarinya disuatu tempat yang indah atau yang jauh atau pada suatu bentuk benda tertentu yang sepertinya tadinya disukainya. Akan tetapi kemudian apa yang dicarinya tidak ia temukan. Pada titik pikir disinilah biasanya lalu uang-uang tumpah atau lepas begitu saja dari genggaman tangan yang selalu gatal untuk membelanjakan apa saja yang diinginkan untuk melegakan hatinya yang tidak kunjung lega.

Nah, persoalannya bagaimana caranya agar tidak terperangkap oleh keadaan seperti tersebut diatas. Tidak lain adalah dengan cara menyimpan uang itu diluar rumah. Tidak dipegang dengan tangan dalam jumlah yang banyak apalagi. Peganglah uang seperlunya saja. Sebagian besar yaitu yang lainnya disimpan di-lembaga pengelola jasa keuangan. Jadi agar tidak usah repot-repot memegang atau menjaganya dan lagian tidak memerlukan kekhawatiran akan habis. Ya uangnya diungsikan dan orangnya diselamatkan. Hmm.. ada-ada saja.

Selasa, 01 Mei 2012

Abunawas Diangkat Jadi Penasehat Raja

Dahulu kala ada seorang Raja dari negara Entah Barantah. Baginda raja ini termasuk raja yang paling ngetop. Tapi tunggu dulu ya, top apanya ya.. tidak lain adalah top tentang aksi demo rakyatnya. Terlalu seringnya aksi unjuk rasa mengecam kebijaksanaannya yang dikenal kurang pro rakyatnya. Kebijakan yang dibuat dianggap terlalu melindungi kepentingan asing.

Menurut Baginda raja, pemodal asing ini perlu dibuat kerasan tinggal dinegeri Entah Barantah yang dikendalikannya. Dengan banyaknya pemodal asing yang menanamkan investasi dinegerinya, maka peredaran uang akan berdampak positif bagi perekonomian dalam negeri. Begitulah konsep strategi bidang ekonomi yang diterapkan olehnya. Disamping itu Baginda akan semakin mendapat kemudahan dukungan finansial dari negara-negara investor, sekaligus menjadi negara pemberi hutangan.

Namun demikian para investor asing dilain fihak, mempunyai kiat-kiat tertentu pula untuk dapat secara cepat memupuk modalnya. Mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, dan pengeluaran sekecil-kecilnya. Bukankah dinegeri Entah Barantah ini tenaga kerjanya murah banget. Mengapa tidak membuka lahan disana. Lagian sumber daya alamnya yang kaya melimpah ruah. Hmm.. eman kalau tidak di kuasai dan di eksploitasi. Pasti akan mendapat keuntungan ganda dan bahkan berlipat- lipat. Demikian pikir para investor asing tersebut.

Tapi bagaimana ya cara masuk dan mempengaruhi negeri Entah Barantah ini. Oh ya, bukankah Baginda raja selalu membutuhkan uang untuk biaya operasionalnya yang terkenal royal. Haa ya.. maka para investor asingpun akhirnya masuk dengan cara ini. Segala kebutuhan finansial dicukupi. Kemudian rencana aselinya dilancarkan, yaitu membuka bisnis pertambangan. Mengeksploitasi dan mengeksflorasi kekayaan alam negeri Entah Barantah. Bisnis untuk mengeruk hasil tambang, atau menguras hasil bumi ini paling disukai para investor asing. Mereka berusaha berurat berakar dibidang ini. Termasuk bisnis minyak bumi.

Sayang keadaan tidak berlangsung lama karena, tiba-tiba kini keadan sudah berubah. Baginda raja tidak merasakan perubahan jaman yang sedang berjalan. Mungkin karena keasyikan turut mengenyam kenikmatan strategi jitu. Perubahan jaman dirasakannya berputar terlalu cepat. Rakyatnya menjadi makin sadar kalau dirinya hanya diperalat dan dijadikan korban keserakahan. Akhirnya rakyat bersatu-padu melakukan protes-protes tentang ini itu. Sang Baginda raja sampai pusing merasakan didaulat terus-menerus oleh para rakyatnya yang sebagian besar hidupnya masih sengsara dan kelaparan kekurangan pangan.

Dalam keadaan  begini Baginda raja menjadi teringat akan seorang sahabatnya yang bernama pak Abunawas. Seorang yang dikenal amat cerdik membuat kiat alasan atau dalih-dalih. Megapa tidak minta bantuan pak Abunawas saja ya.. dia kan nanti bisa kasih saran untuk bagaimana menghadapi para pengunjuk rasa yang makin berani dan sering dilakukan ini. Hah, ya! begitulah pikir Baginda raja, lalu para punggawa disuruhnya memaggil pak Abunawas untuk menghadapnya.

Disuatu pagi yang cerah, pak Abunawas datang memenuhi panggilan Baginda raja. Ia dipersilahkan duduk ngesot dihadapan raja yang duduk megah disinggasananya. "Wahai Abunawas.. tahukah engkau maksud pemamggilanmu keIstana ini?" tanya Sang Baginda raja. "Daulat Tuanku.. hamba belum tahu" jawab pak Abunawas, penuh selidik. Pikirnya, wah Baginda ini pasti akan memita pendapatnya.

Baginda raja mengambil Pipa rokok bengkongnya. Ditempelkan dibibirnya yang tampak klemis tanpa kumis. Digigitnya pipa rokok yang sudah ada tembakau didalamnya. Lalu seorang ajudan pelayan raja menyalakan pemantik antik milik raja. "Crassss'' bunyi pemantik tersebut memenuhi keheningan suasana ruangan pertemuan.raja. Asap mengepul berputar-putar membubung keudara ruang yang luas itu. Sekali lagi Sang Baginda menghisap rokoknya, lalu bertitah: "Engkau tahu sendiri Abunawas.. aku terlalu risih melihat para rakyat yang selalu berunjuk rasa itu. Maka oleh karena itu engkau sekarang kutunjuk menjadi penasehatku!" Suara Baginda terdengar mantap, sambil mata Baginda menatap tajam kemuka pak Abunawas. "Ampun Tuanku.. nasehat apakah yang Baginda perlukan Tuanku sampai mengangkat hamba menjadi penasehat?" jawab pak Abunawas dengan penuh hati-hati, sebenarnya lebih kepada sekedar basa-basi. "Begini..", kata Baginda raja. "Bagaimana cara menghadapi para pendemo yang makin menyebalkan itu? Aku ingin tidak usah repot-repot menghadapinya."

"Ooo masalah itu mah gampang sekali Baginda! Ketka mereka berdemo didepan Istana, tinggalkan saja Istana ini Baginda !!, bisa kan liwat pintu darurat. Dan pergi bersantai ketempat lain.. beres sudah!" sahut pak Abunawas dengan lancar.

"Oh.. benar sekali engkau Abunawas. Baik kalau begitu. Setiap ada demo aku akan keluar Istana dan pergi bersantai ditempat kesukaanku. Tidak rugi aku mengangkatmu menjadi penasehatku" kata Baginda sambil memanggut- magutkan kepalanya terkesan serius.

Maka sejak pak Abunawas menjadi penasehat raja, Sang Baginda kini tidak usah merasa pusing-pusing lagi menghadapinya. Cukup dengan meninggalkan Istana dan pergi ketempat lain. Hmm.. ya, Biarkan anjing mengonggong Khalifah tetap berlalu. **   

Kamis, 18 Agustus 2011

Lamunan Si Bogel Ingin Dapat Togel

Cara orang memperoleh rejekinya macam- macam. Ada yang memang hasil dari jerih payah bekerja secara fisik, misalnya buruh tani. Adapula dari hasil kerja pikiran dan ilmu yang dimiliki, misalnya Pengacara, Notaris. Ada yang atas jerih payah kerja fisik dan pikiran/ pengetahuan yang dimilikinya, misalnya Montir, Dokter operasi. Ada yang berdasarkan hasil kerja fisik dan naluri bisnis, misalnya Usaha Pracangan, Pedagang Tengkulak, Pedagang asongan. Pedagang dengan cara amanat barang orang lain. Dan lain- lain. Kesemuanya dari hasil kerja. Tapi bagi yang mempunyai pekerjaan.

Sementara itu lapangan kerja dirasa makin sempit. Jadi dengan kata lain, makin banyak orang yang tak mempunyai pekerjaan. Katakanlah pengangguran tersamar sampai dengan yang benar- benar pengangguran asli.

Sebenarnya sih, pekerjaan itu banyak. Tapi kebanyakan orang mengartikannya, bekerja keorang lain atau di perusahaan atau di pengusaha apa atau di proyek apa atau di kantor pemerintah atau pokoknya maksudnya bekerja ikut orang lain yang membutuhkan tenaga atau pikiran pencari kerja.

Untuk pekerjaan yang sifatnya diupayakan sendiri, seperti mencari rumput hewan ternak, mencari daun jati, daun pisang; atau mencari kayu bakar dan dijual. Atau berusaha membuka tambal ban/ vukanisir atau jualan buah- buahan, atau berjualan Es Tontong, berjualan Cilok, Bakso, Dagang ayam, kambing, sapi; atau menjual jasa pelayanan seperti jasa mencarikan kontrakan rumah, keahlian mencukur rambut, keahlian menjahit, keterampilan mengurut badan, keterampilan meramal nasib, jasa meramal fengsui, hongsuinipun, sampai dengan jasa keterampilan meramal nomer togel, dan lain sebagainya. Banyak sekali sebetulnya macam pekerjaan yang diusahakan sendiri ini.

Namun demikian, banyak orang mengeluh tidak memiliki pekerjaan. Entahlah faktor apa yang membuat mereka yang merasa tidak memiliki pekerjaan ini merasa benar- benar tidak punya pekerjaan yang difinitif. Apakah faktor kemalasan, atau faktor ketidak beruntungan saja belum mendapat kesempatan kerja, atau kurang memiliki daya kreasi, atau memang enggak bisa berpikir abstrak yang bisa digunakan untuk berencana menciptakan lapangan kerja sendiri manakala tidak mendapatkan pekerjaan dari orang lain. Atau karena gengsi yang melekat pada diri seseorang cukup tinggi sehingga tidak mau melakukan pekerjaan yang dianggap serampangan meskipun sebenarnya masih terbilang halal. Kita tidak bisa tahu pasti.

Disini, yang mau diungkapkan bukan mencari penyebab mengapa orang tidak memiliki pekerjaan dan akhirnya tidak atau kurang mendapatkan penghasilan tetap setiap harinya. Yang akan diceritakan adalah keadaan mereka- mereka yang entah frustrasi atau memang sedang vakum, atau habis terkena PHK, tetapi kebutuhan harian tetap menuntut harus memiliki sejumlah uang untuk biaya hidup sehari- hari. Baik untuk diri sendiri karena masih membujang, untuk keluarga karena memang sudah beranak istri; pokoknya tidak ada barang gratis didunia ini. Seolah dunia berkata, barang siapa tidak bekerja janganlah ia makan. Aduh dari titik ini, terasakan sekali dunia sangat kejam. Terutama bagi yang tidak memiliki pekerjaan pasti.

Hari berganti hari, dan minggu berganti minggu. Upaya pencarian kerja tidak berhasil. Uang tabungan menipis. Tetapi kebutuhan hidup sehari- hari tak pernah bisa dikompromi agar ikut libur juga. Biasanya kalau sudah sampai begini seseorang akan jadi kelimpungan walau hidup seorang diri, apalagi kalau sudah berkeluarga. Wah bisa pusing deh memikirkannya. Nah Si Bogel disini masuk hitungan kelompok orang- orang yang sedang kelimpungan.

Dalam keadaan kepepet biasanya orang memiliki kemampuan luar biasa untuk dapat mengatasi masalah dan kesulitannya. Tidak terkecuali Si Bogel, yang sebetulnya apabila dilihat secara cermat, adalah bukan orang yang bodoh- bodoh amat atau pemalas. Hanya mungkin kesempatan dan peluang bagus sedang tidak memihak padanya.

Pada suatu hari, disiang bolong tiba- tiba saja ia punya pikiran melayang, yaitu melamun sesaat dan bergumam sendiri. "Andai kata saja, keadaan seperti ini, lalu aku mendapat lotre togel 10 lembar, wah.. mungkin aku akan sedikit bisa bernapas", ia terbangun dari tidurannya diatas tempat tidur bututnya. Duduk termenung seakan sedang memikirkan sesuatu rencana.

Si Bogel berpindah tempat dan duduk dimeja ubin antiknya. Tampak memegang pen dan kertas. Rupanya sedang menuliskan angka- angka dengan susunan tertentu. Tiba- tiba wajahnya tampak berseri- seri dan sangat optimis. Singkat cerita, Si Bogel hari ini telah membeli beberapa pasang nomer lotre Togel.

Beberapa saat si Bogel lupa dengan kesedihannya, karena sore harinya ia sibuk dengan kegiatan lainnya, antara lain membersihkan rumahnya, menyiram halaman rumahnya yang tampak kering dan berdebu. Menghadiri kenduri dirumah tetangganya.

Ternyata memang aral tak dapat ditolak, rejeki tak dapat disangka. Pada malam harinya, Si Bogel mendapatkan Lotre Togel 10 Lembar. Hati si Bogel bergetar sebentar. Kemudian setelah tenang ia pergi mengurusi Lotre Togelnya.

Lamunan si Bogel kali ini menjadi kenyataan. Ia telah mengantongi sejumlah uang. Ia berencana akan membeli beberapa kebutuhan hariannya yang pada hari- hari terakhir ini persediaannya habis. Dalam hati ia mengucapkan puji syukur, karena telah mendapat rejeki yang tak disangka- sangka. Meskipun jauh didalam lubuk hatinya ada perasaan lain. Mungkin perasaan gamang akan apa yang telah dilakukannya, bahwa perbuatan membeli Lotre Togel ini baik atau buruk baginya. Si Bogel sementara ini tak dapat memikirkannya.


Rabu, 30 Maret 2011

Penegakan Hukum Masih Samar- samar

Benarkah program pemerintah untuk memperbaiki citra penegakan hukum di Indonesia sampai dengan tahun 2011 ini belum bisa dilaksanakan dengan baik? Ditahun 2010 sampai dengan 2011 saja, banyak contoh kasus yang proses peradilannya menggantung. Seperti kasus Bank Century misalnya, sampai saat ini masih mesterius. Tidak ada kelanjutan ceritanya lagi. Peristiwa ini seolah tenggelam begitu saja. Seakan terlupakan oleh pengalihan perhatian melalui isue teror bom, unjuk- unjuk rasa oleh kalangan tertentu mengenai macam- macam tuntutan yang kesemuanya itu begitu marak dan silih berganti kejadiannya.

Kemudian Kasus Gayus Tambunan yang juga tidak tuntas. Tidak berapa lama muncul lagi kasus Susno Duadji yang hendak mengungkap Mafia Hukum dan Koroupsi di Indonesia malah menjadi bumerang kepada dirinya yang lalu justru menjadi terdakwa kasus suap atau koroupsi. Dan masih banyak lagi contoh- contoh lain yang sejenis.

Sepintas dari uraian diatas tampak upaya penegakan hukum dan pembrantasan koroupsi masih belum dapat berjalan dengan semestinya. Masih banyak mengalami hambatan dan kendala . Walhasil penegakan hukum ditanah air tercinta ini masih samar- samar. Kita ikuti saja perkembangan selanjutnya.

Kamis, 11 Desember 2008

Daftar Barang Langka

Bukan hanya binatang saja yang bisa dikelompokkan kedalam kategori langka, contohnya barang kebutuhan pokok seperti dipaparkan berikut dibawah ini juga termasuk langka akhir- akhir ini:
premium, minyak gas, elpiji, air bersih, perawan (ech salah), kasih sayang sejati (ech keliru) dan.. apalagi ya, tunggu berita selanjutnya!

Kita berharap jangan sampai perikemanusiaan makin menjadi ikut langka karena terkikis era edanisasi- global, he he he.