Sejak pukul 08.00 pagi aku sudah menyalakan komputerku dan terhubung ke Perpustakaan Raksasa yang namanya lebih dikenal dengan Internet ini. Nyaris tidak dimatikan sama sekali. Online terus.. waouw. Entahlah kok jadi begini. Maunya hanya melihat blog sendiri saja dan membuka akun Face Book, tapi nyatanya membuka macam- macam, yang menarik untuk dipelajari.
Hari ini lebih banyak membaca tentang artikel dan tips untuk pembuatannya.Berjam- jam kuhabiskan untuk melahap habis bacaan- bacaan yang menarik bagiku. Banyak dan padat hasil yang kuperoleh. Semoga apa yang telah kubaca dapat bersarang dibenak yang sebenarnya agak lamban dalam mempelajari sesuatu.
Ternyata untuk dapat membuat tulisan yang baik itu, berat prosesnya. Tidak sekedar asal nerocos seperti sekarang aku menulis ini. Haha...
Banyak tahapan yang harus dilalui. Intinya ialah bahwa, bagaimana kita bisa membuat paragraf tulisan, alinea demi alinea yang terjalin merupakan satu kesatuan yang utuh. Bahkan ada yang menyarankan, kalau menulis itu jangan hanya menuliskan apa yang dilihat dan dirasakan. Melainkan disuruh menggambarkan! Jangan hanya ditulis.
Jadi apa yang ditulis itu harus membuat orang yang membacanya seakan melihat dan menyaksikan kejadian atau peristiwanya yang betul- betul nyata seperti aselinya. Hmm.. iya! Coba saja nanti akan kubuat sedemikian rupa seperti saran- saran yang kubaca hari ini.
Aku rasa belajar beginian tidak kenal usia, siapapun pasti pingin bisa menulis yang baik dan menarik untuk disebut bacaan. Orang bisa asyik membacanya. Tidak mengenal bosan untuk terus menyimaknya. Iya ya.
Rabu, 25 Januari 2012
Selasa, 17 Januari 2012
Kota Lumajang yang Anteng Kayak Klentheng
Terus terang saja, saya salut deh dengan kota pisang ini. Kota yang anteng kayak klentheng (isi buah kapuk). Kanapa saya menyebutnya kota yang anteng? Tak lain karena selama ini tidak pernah terjadi hal- hal atau kejadian yang ekstrem. Kalaupun ada, itu hanya bersekala kecil dan sangat logis, artinya apa yang diresolosi memang bener- bener kebutuhan mendasar warganya, kalau tidak nemen- nemen (keterlaluan) tidak akan ada demo oleh warga yang dirugikan.
Sebenarnya kota ini selain relatif aman dan damai, juga memiliki letak- geografis yang indah. Letaknya perpaduan antara daerah pantai selatan dan lereng pegunungan Lamongan dan Semeru. Dengan demikian hawa udaranya relatif sejuk. Apalagi masih banyak pohon- pohon besar yang masih tersisa, belum punah seluruhnya.
Bila mengingat keadaan kota Lumajang di jaman lampau, yang berkesan adalah keadaan infra struktur jalannya yang relatif mapan. Jalan aspalan dikota dan yang menghubungkan kota Lumajang dengan kecamatannya bagus- bagus, dan disebelah menyebelah ruas jalan ditumbuhi pohon rindang yang kokoh. Meski waktu itu sarana jalan desanya masih premitif, tapi orang- orang desanya nrima. Bahkan tidak mengeluh berlebihan. Memang orang Lumajang itu pada dasarnya, orang yang nrimoan (sabar dan penuh kasih) adanya.
Situasi dan kondisi kota Lumajang yang seperti dilukiskan diatas, akan menjadikan para penguasanya, para pejabat pemerintahannya tidak terlalu perlu bekerja keras. Cukup dengan santai- santai saja. Cukup duduk dibelakang meja saja. Hanya sesekali turun lapangan untuk mengecek dan bersilaturahmi dengan warga yang ramah- ramah rada malau- malu. Pokoknya warga masyarakatnya, terutama yang tinggal didesa- desa ayem (tenteram) ritme kehidupannya, tidak suka menuntut haknya yang neko- neko (berlebihan). Asal dapur masak masih mengepulkan asapnya dan makanan telah masak untuk sehari siap, ya sudahlah. Malah kalau perlu dijam- jam produktif, seperti pada pukul 10.00 pagi misalnya, mereka yang perempuan pada petan (cari kutu kepala) dan yang laki- laki pergi bermain santai atau pergi memancing ikan.
Yah.. tapi itu keadaan kota kabupaten Lumajang yang sangat dulu sekali. Lalu bagaimana keadaan yang sekarang? Saya kira tidak terlalu jauh berbeda. Yang berbeda sekarang itu ialah sarana jalannya yang sudah pada rusak. Sehingga ditahun 2012 ini pemerintah kabupaten, membuat anggaran besar sekali untuk memperbaiki ruas- ruas jalan yang rusak dikota dan didesa. Sangat perlu diawasi bahwa para Kontraktor nakal!, yang suka bangun jalan, terutama yang jauh dari perhatian kabupaten, kualitasnya sangat buruk. Sehingga jalan belum berumur satu tahun sudah terlepas semua aspalnya. Jalan berlubang- lubang kembali dan sangat mengganggu keselamatan penggunanya.
Harapan saya sih, meskipun para pemimpin dan atau para pejabat di Lumajang itu dienakkan oleh kebiasaan tradisi kelasik orang Lumajang yang adem ayem (orang penyabar), ya.. tetaplah produktif dan inovarif. Jangan sampai situasi dan kebiasaan asal kota Lumajang terusik oleh hal- hal asing dan baru yang merugikan warga kota kabupaten yang letaknya bagai kantong lintasan lalu- lintas jurusan dari barat ketimur (Probolinggo - Jember). Semisal baru- baru ini, didaerah Yosowilangun Kidul, tepatnya didesa pesisir, Wotgalih. Perusahaan Penambang Biji Besi, tentu manajemennyalah, terkesan terlalu arogan. Penduduk pribumi yang hidupnya tenang merasa terusik karena ada hal- hal mendasar yang kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Disamping itu keseimbangan keadaan lingkugan rupanya kurang diperhatikan. Solusi yang rasional dengan memperhatikan kelestarian alam atau ramah lingkungan dan kesehatan semestinya diutamakan.
Nah, saya kira ngobrol tentang Lumajang sikota kantong, sikota pisang, dan yang seanteng klentheng ini sampai disini dahulu. Kedepan saya akan banyak menulis lagi tentang Lumajang, lebih- lebih tahun depan, 2013, yang akan ada pilihan bupati yang rupanya sudah bergaung mulai hari ini.
Sebenarnya kota ini selain relatif aman dan damai, juga memiliki letak- geografis yang indah. Letaknya perpaduan antara daerah pantai selatan dan lereng pegunungan Lamongan dan Semeru. Dengan demikian hawa udaranya relatif sejuk. Apalagi masih banyak pohon- pohon besar yang masih tersisa, belum punah seluruhnya.
Bila mengingat keadaan kota Lumajang di jaman lampau, yang berkesan adalah keadaan infra struktur jalannya yang relatif mapan. Jalan aspalan dikota dan yang menghubungkan kota Lumajang dengan kecamatannya bagus- bagus, dan disebelah menyebelah ruas jalan ditumbuhi pohon rindang yang kokoh. Meski waktu itu sarana jalan desanya masih premitif, tapi orang- orang desanya nrima. Bahkan tidak mengeluh berlebihan. Memang orang Lumajang itu pada dasarnya, orang yang nrimoan (sabar dan penuh kasih) adanya.
Situasi dan kondisi kota Lumajang yang seperti dilukiskan diatas, akan menjadikan para penguasanya, para pejabat pemerintahannya tidak terlalu perlu bekerja keras. Cukup dengan santai- santai saja. Cukup duduk dibelakang meja saja. Hanya sesekali turun lapangan untuk mengecek dan bersilaturahmi dengan warga yang ramah- ramah rada malau- malu. Pokoknya warga masyarakatnya, terutama yang tinggal didesa- desa ayem (tenteram) ritme kehidupannya, tidak suka menuntut haknya yang neko- neko (berlebihan). Asal dapur masak masih mengepulkan asapnya dan makanan telah masak untuk sehari siap, ya sudahlah. Malah kalau perlu dijam- jam produktif, seperti pada pukul 10.00 pagi misalnya, mereka yang perempuan pada petan (cari kutu kepala) dan yang laki- laki pergi bermain santai atau pergi memancing ikan.
Yah.. tapi itu keadaan kota kabupaten Lumajang yang sangat dulu sekali. Lalu bagaimana keadaan yang sekarang? Saya kira tidak terlalu jauh berbeda. Yang berbeda sekarang itu ialah sarana jalannya yang sudah pada rusak. Sehingga ditahun 2012 ini pemerintah kabupaten, membuat anggaran besar sekali untuk memperbaiki ruas- ruas jalan yang rusak dikota dan didesa. Sangat perlu diawasi bahwa para Kontraktor nakal!, yang suka bangun jalan, terutama yang jauh dari perhatian kabupaten, kualitasnya sangat buruk. Sehingga jalan belum berumur satu tahun sudah terlepas semua aspalnya. Jalan berlubang- lubang kembali dan sangat mengganggu keselamatan penggunanya.
Harapan saya sih, meskipun para pemimpin dan atau para pejabat di Lumajang itu dienakkan oleh kebiasaan tradisi kelasik orang Lumajang yang adem ayem (orang penyabar), ya.. tetaplah produktif dan inovarif. Jangan sampai situasi dan kebiasaan asal kota Lumajang terusik oleh hal- hal asing dan baru yang merugikan warga kota kabupaten yang letaknya bagai kantong lintasan lalu- lintas jurusan dari barat ketimur (Probolinggo - Jember). Semisal baru- baru ini, didaerah Yosowilangun Kidul, tepatnya didesa pesisir, Wotgalih. Perusahaan Penambang Biji Besi, tentu manajemennyalah, terkesan terlalu arogan. Penduduk pribumi yang hidupnya tenang merasa terusik karena ada hal- hal mendasar yang kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Disamping itu keseimbangan keadaan lingkugan rupanya kurang diperhatikan. Solusi yang rasional dengan memperhatikan kelestarian alam atau ramah lingkungan dan kesehatan semestinya diutamakan.
Nah, saya kira ngobrol tentang Lumajang sikota kantong, sikota pisang, dan yang seanteng klentheng ini sampai disini dahulu. Kedepan saya akan banyak menulis lagi tentang Lumajang, lebih- lebih tahun depan, 2013, yang akan ada pilihan bupati yang rupanya sudah bergaung mulai hari ini.
Senin, 05 Desember 2011
Kegamangan Ditengah- tengah Perubahan
Akhir tahun 2011 sudah didepan mata. Suatu perjalanan panjang selama setahun yang melelahkan. Betapa tidak, banyak peristiwa terjadi, baik diluar negeri, maupun didalam negeri, yang berskala besar dan kecil semuanya telah berlalu bagai hembusan angin yang datang dan pergi tanpa meninggalkan pesan bermakna.
Pergolakan kebangsaan di beberapa negara Arab dikawasan Timur Tengah mengkerucut relatif tenang menuju cita yang ditujunya. Meski terkesan mengakibatkan terjadinya keadaan yang tidak menentu disana. Namun keadaan bisa lebih kondusif bila dibanding sebelumnya. Demikian juga yang terjadi didalam negeri ini. Pertentangan pendapat dan adanya aksi teroris, yang sempat membuat makin carut marutnya keadaan, berkat kesadaran berbangsa dari elit politik dan kesigapan aparat yang berkopenten, tiba- tiba kini mereda. Biarlah semua itu terjadi, kalau memang harus terjadi. Demi sebuah perjalanan menuju kekeadaan yang lebih baik dan kondusif.
Secara implisit, semua persoalan berpusat pada ketidak seimbangan antara kekuatan- kekuatan sosial ekonomi dan politik yang ada. Bertubrukannya antar kepentingan kelompok masyarakatnya. Membuat gambaran peta lama menggores kembali. Makin tampaknya perbedaan pandangan yang menajam antara kaum kapitalis yang individualis dengan sosial- kemasyarakatan yang hidup secara harmonis. Jurang pemisah sikaya dan simiskin yang makin menganga. Kelompok yang kuat memakan kelompok yang lemah. Penindasan- penindasan kemanusiaan.
Semua hal yang telah terjadi itu, kini sudah saling tersadari. Sudah saling terseleksi.oleh pemahaman berdasarkan logika mana agar cara hidup bermasyarakat dan bernegara itu dipandang lebih sesuai. Dimasa- masa mengadakan pilihan cara hidup inilah maka seakan- akan semua dirasa mengambang atau tidak menentu.
Disaat keadaan gamang dan sarat kemungkinan terjadi perubahan seperti sekarang ini, masyarakat yang tetap mempertahankan ketertiban dalam menjalani aktivitas kegiatan pergaulannya, akan tetap eksis dalam berproses menuju upaya kreatif dan inovatif melakukan perbaikan- perbaikan sistim yang ada disesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan yang berkembang. Jadi ketertiban ditengah- tengah masa pancaroba jika dipertahakan akan melahirkan keadaan baru yang lebih sesuai. Sebaliknya apabila tidak dilakukan itu, niscaya akan menimbulkan kekacauan yang lebih parah, yang pada gilirannya akan memperpanjang terjadinya masa yang mengambang.
Demikianlah kiranya, bahwa semoga saja bangsa kita ini segera menemukan konsep yang lebih sesuai sebagaimana yang diamanahkan dalam UUD 1945 dan Pancasila. Tinggal apakah kita mau atau tidak melaksanakannya.
Pergolakan kebangsaan di beberapa negara Arab dikawasan Timur Tengah mengkerucut relatif tenang menuju cita yang ditujunya. Meski terkesan mengakibatkan terjadinya keadaan yang tidak menentu disana. Namun keadaan bisa lebih kondusif bila dibanding sebelumnya. Demikian juga yang terjadi didalam negeri ini. Pertentangan pendapat dan adanya aksi teroris, yang sempat membuat makin carut marutnya keadaan, berkat kesadaran berbangsa dari elit politik dan kesigapan aparat yang berkopenten, tiba- tiba kini mereda. Biarlah semua itu terjadi, kalau memang harus terjadi. Demi sebuah perjalanan menuju kekeadaan yang lebih baik dan kondusif.
Secara implisit, semua persoalan berpusat pada ketidak seimbangan antara kekuatan- kekuatan sosial ekonomi dan politik yang ada. Bertubrukannya antar kepentingan kelompok masyarakatnya. Membuat gambaran peta lama menggores kembali. Makin tampaknya perbedaan pandangan yang menajam antara kaum kapitalis yang individualis dengan sosial- kemasyarakatan yang hidup secara harmonis. Jurang pemisah sikaya dan simiskin yang makin menganga. Kelompok yang kuat memakan kelompok yang lemah. Penindasan- penindasan kemanusiaan.
Semua hal yang telah terjadi itu, kini sudah saling tersadari. Sudah saling terseleksi.oleh pemahaman berdasarkan logika mana agar cara hidup bermasyarakat dan bernegara itu dipandang lebih sesuai. Dimasa- masa mengadakan pilihan cara hidup inilah maka seakan- akan semua dirasa mengambang atau tidak menentu.
Disaat keadaan gamang dan sarat kemungkinan terjadi perubahan seperti sekarang ini, masyarakat yang tetap mempertahankan ketertiban dalam menjalani aktivitas kegiatan pergaulannya, akan tetap eksis dalam berproses menuju upaya kreatif dan inovatif melakukan perbaikan- perbaikan sistim yang ada disesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan yang berkembang. Jadi ketertiban ditengah- tengah masa pancaroba jika dipertahakan akan melahirkan keadaan baru yang lebih sesuai. Sebaliknya apabila tidak dilakukan itu, niscaya akan menimbulkan kekacauan yang lebih parah, yang pada gilirannya akan memperpanjang terjadinya masa yang mengambang.
Demikianlah kiranya, bahwa semoga saja bangsa kita ini segera menemukan konsep yang lebih sesuai sebagaimana yang diamanahkan dalam UUD 1945 dan Pancasila. Tinggal apakah kita mau atau tidak melaksanakannya.
Kamis, 17 November 2011
Obama Juga Putra Indonesia
Ketika mendengar Barak Obama menjadi presiden di negeri Adi Daya, orang Indonesia serta merta ikut berbangga hati. Ini membuktikan kalau dalam diri Obama pasti ada sangkut paut dengan negeri Indonesia. Ternyata memang benar, bahwa ia adalah juga termasuk putra- putri Indonesia. Masa kecilnya dan sekolah SD nya di Indonesia. Bermain dengan teman- teman kecilnya ya di Indonesia. Tidak salahlah jikalau Obama disebut putra Indonesia yang menjadi presiden dinegara paman Sam. Apalagi profil wajahnya familier banget dengan wajah Indonesia, sampai- sampai kembaran wajahnya -- wajah yang mirip Obama -- ada dinegeri kita.
Makanya oleh karena itu pernah Obama menyatakan rindu akan negeri Indonesia. Dan entengan kalau diundang oleh kita, untuk berkunjung. Entah itu urusan dinas atau pribadi, yang jelas ia antusias sekali kalau diajak bicara tentang Indonesia.Kalaupun ia tak bisa datang, itu oleh karena protokoler saja. Karena selaku orang nomor satu negeri Adi Daya, tak kan dapat sembarangan berjalan keluar seperti orang biasa.
Hari- hari ini ia berkunjung ke Indonesia lagi, memenuhi undangan KTT Asean di Bali. Hmm.. pasti dia akan pesan lagi masakan kesukaan masa kecilnya, Bakso.
Ya!, kita memang patut berbangga, mempunyai saudara seperti Obama. Penampilannya selalu tampak lues dan familier. Kepribadiannya akan menginspirasi semua saudaranya di Indonesia. Kecerdasannya juga akan menular kepada kita. Selamat dan sukses wahai Obama! Semoga dunia ini tetap stabil, aman dan damai dibawah tampuk pemerintahannya. Kau adalah Barometer dunia.
Makanya oleh karena itu pernah Obama menyatakan rindu akan negeri Indonesia. Dan entengan kalau diundang oleh kita, untuk berkunjung. Entah itu urusan dinas atau pribadi, yang jelas ia antusias sekali kalau diajak bicara tentang Indonesia.Kalaupun ia tak bisa datang, itu oleh karena protokoler saja. Karena selaku orang nomor satu negeri Adi Daya, tak kan dapat sembarangan berjalan keluar seperti orang biasa.
Hari- hari ini ia berkunjung ke Indonesia lagi, memenuhi undangan KTT Asean di Bali. Hmm.. pasti dia akan pesan lagi masakan kesukaan masa kecilnya, Bakso.
Ya!, kita memang patut berbangga, mempunyai saudara seperti Obama. Penampilannya selalu tampak lues dan familier. Kepribadiannya akan menginspirasi semua saudaranya di Indonesia. Kecerdasannya juga akan menular kepada kita. Selamat dan sukses wahai Obama! Semoga dunia ini tetap stabil, aman dan damai dibawah tampuk pemerintahannya. Kau adalah Barometer dunia.
Minggu, 13 November 2011
Mengantisipasi Datangnya Musim Hujan
Terkadang oleh karena kesibukan sehari- hari yang padat, menjadikan kita lupa membenahi keadaan rumah dan sekitarnya terkait dengan akan datangnya musim hujan. Aku sendiri hampir lupa, kalau tidak melihat seorang tetanggaku yang dengan rajinnya, mengeruk tanah endapan yang menumpuk di got saluran dimuka rumahnya.
Selain membersihkan saluran air dari endapan lumpur dan pasir, juga dari sampah- sampah dan kayu ranting yang biasanya dibuang oleh orang begitu saja tanpa sadar akan mengakibatkan tersumbatnya saluran/ selokan air. Pokoknya kita mesti harus mengontrol semua kemungkinan yang merugikan akibat adanya hujan dan banjir.
Baru- baru ini, atap rumahku juga banyak yang bocor akibat kemiringan genting yang terlalu landai. Sedangkan musim hujan sudah didepan mata. Bahkan sudah sering turun hujan deras. Wah... diganjal sana sini, masih saja ada yang bocor. Sementara untuk mengganti atap selain khawatir turun hujan juga karena biayanya kurang. Untungnya ada simpanan sedikit dari orang belakang, untuk menambah biaya perbaikan atap.
Kini atap rumahku sudah terbebas dari kemungkinan kebocoran air hujan. Namun dari arah samping ada yang luput pengamatan. Sistem Talang Air Hujan kurang berfungsi dengan baik karena salah konstruksinya ketika membuatnya dulu. Sebagiannya karena lapuk. Lalu main akal- akalan saja dulu, pokoknya air hujan bisa diarahkan.
Begitulah aku dalam mempersiapkan rumah dan sekitarnya untuk mengantisipasi datangnya musim hujan tahun ini. Mungkin Anda dan teman- teman lain juga sama, atau memang sudah tidak perlu khawatir lagi karena rumah sudah mapan dan siap menghadapi musim hujan. Ok.. sukses.
Selain membersihkan saluran air dari endapan lumpur dan pasir, juga dari sampah- sampah dan kayu ranting yang biasanya dibuang oleh orang begitu saja tanpa sadar akan mengakibatkan tersumbatnya saluran/ selokan air. Pokoknya kita mesti harus mengontrol semua kemungkinan yang merugikan akibat adanya hujan dan banjir.
Baru- baru ini, atap rumahku juga banyak yang bocor akibat kemiringan genting yang terlalu landai. Sedangkan musim hujan sudah didepan mata. Bahkan sudah sering turun hujan deras. Wah... diganjal sana sini, masih saja ada yang bocor. Sementara untuk mengganti atap selain khawatir turun hujan juga karena biayanya kurang. Untungnya ada simpanan sedikit dari orang belakang, untuk menambah biaya perbaikan atap.
Kini atap rumahku sudah terbebas dari kemungkinan kebocoran air hujan. Namun dari arah samping ada yang luput pengamatan. Sistem Talang Air Hujan kurang berfungsi dengan baik karena salah konstruksinya ketika membuatnya dulu. Sebagiannya karena lapuk. Lalu main akal- akalan saja dulu, pokoknya air hujan bisa diarahkan.
Begitulah aku dalam mempersiapkan rumah dan sekitarnya untuk mengantisipasi datangnya musim hujan tahun ini. Mungkin Anda dan teman- teman lain juga sama, atau memang sudah tidak perlu khawatir lagi karena rumah sudah mapan dan siap menghadapi musim hujan. Ok.. sukses.
Selasa, 08 November 2011
Uneg Uneg
Apa ya arti kata uneg- uneg itu. Kata ini berasal dari bahasa Jawa. Mungkin artinya perasaan hati yang terpendam kale. Atau suasana batin yang sedang banyak menyimpan perasaan hati. Menyimpan pikiran- pikiran yang menyesak tak dapat dikeluarkan, karena sengaja ditahan- tahan dan akhirnya membuat pikiran dan perasaan hati tidak tenang. Menjadi seperti orang gelisah. Yah.. pokoknya begitulah penampilan orang yang menyimpan uneg- uneg tapi tidak dikeluarkan.
Pada keadaan seperti ini, biasanya orang terus pingin curhat. Ada yang memang bisa spontan kepada siapa saja ia menumpahkan perasaannya. Nerocos tanpa bisa direm. Umpama motor gitu blong remnya. Hehe ...
Tapi ada juga lo, malah banyak mungkin yang justru tidak bisa mengeluarkan secara terus terang. Bicara curhat secara lepas kayak yang pertama tadi. Ceplas ceplos.. tak peduli itu rahasia atau tidak. Open Baar. Kalau orang yang satu ini malah kebalikannya. Lebih banyak diamnya dari pada ngomongnya. Uneg- unegnya dipendam terus. Lama- lama merasa tertekan. Dan mungkin orang begini ini yang dimaksud yang sedang menderita batin.
Entahlah karena faktor apa, orang menjadi pendiam dan menekan perasaan hatinya dalam- dalam. Perasaan dan pikirannya disimpannya sendiri. Uneg- uneg tidak dikeluarkannya. Kata orang keadaan seperti ini adalah tipe makan hati. Bicara kedalam, berdialog sama sendirinya secara bayangan. Berbicara dialam pikirannya sendiri.
Mungkin orang yang sulit mengeluarkan uneg- uneg itu disebabkan oleh beberapa hal, seperti misalnya rasa malu, merasa gengsi, atau memang ada kecenderungan pengaruh dimasa kanak- kanak dulu. Dimana budaya tabu bila ada anak atau orang yang banyak ngomong dianggap anak kurang ajar oleh para orang tua jaman dulu. Anak tidak tahu adat. Akibatnya, setelah besar dan menjadi orang akhirnya sulit menyalurkan uneg- unegnya.
Terus apalagi lagi yang bisa kukatakan disini, haha.. jangan- jangan aku ini lalu terkena juga, tidak bisa mengeluarkan uneg- uneg. Yah.. uneg- uneg, begitulah ceritanya, selintas tentang uneg- uneg. Uneg- uneg yang dipunyai oleh semua orang kurasa. Jadi universal sifatnya.
Pengelolaan uneg- uneg ini yang penting. Bagaimana uneg- uneg bisa tersalurkan dengan lancar. Sebab pada kenyataannya, banyak uneg- uneg sering mencitakan suatu ide luar biasa dan tidak diduga sebelumnya.
Pada keadaan seperti ini, biasanya orang terus pingin curhat. Ada yang memang bisa spontan kepada siapa saja ia menumpahkan perasaannya. Nerocos tanpa bisa direm. Umpama motor gitu blong remnya. Hehe ...
Tapi ada juga lo, malah banyak mungkin yang justru tidak bisa mengeluarkan secara terus terang. Bicara curhat secara lepas kayak yang pertama tadi. Ceplas ceplos.. tak peduli itu rahasia atau tidak. Open Baar. Kalau orang yang satu ini malah kebalikannya. Lebih banyak diamnya dari pada ngomongnya. Uneg- unegnya dipendam terus. Lama- lama merasa tertekan. Dan mungkin orang begini ini yang dimaksud yang sedang menderita batin.
Entahlah karena faktor apa, orang menjadi pendiam dan menekan perasaan hatinya dalam- dalam. Perasaan dan pikirannya disimpannya sendiri. Uneg- uneg tidak dikeluarkannya. Kata orang keadaan seperti ini adalah tipe makan hati. Bicara kedalam, berdialog sama sendirinya secara bayangan. Berbicara dialam pikirannya sendiri.
Mungkin orang yang sulit mengeluarkan uneg- uneg itu disebabkan oleh beberapa hal, seperti misalnya rasa malu, merasa gengsi, atau memang ada kecenderungan pengaruh dimasa kanak- kanak dulu. Dimana budaya tabu bila ada anak atau orang yang banyak ngomong dianggap anak kurang ajar oleh para orang tua jaman dulu. Anak tidak tahu adat. Akibatnya, setelah besar dan menjadi orang akhirnya sulit menyalurkan uneg- unegnya.
Terus apalagi lagi yang bisa kukatakan disini, haha.. jangan- jangan aku ini lalu terkena juga, tidak bisa mengeluarkan uneg- uneg. Yah.. uneg- uneg, begitulah ceritanya, selintas tentang uneg- uneg. Uneg- uneg yang dipunyai oleh semua orang kurasa. Jadi universal sifatnya.
Pengelolaan uneg- uneg ini yang penting. Bagaimana uneg- uneg bisa tersalurkan dengan lancar. Sebab pada kenyataannya, banyak uneg- uneg sering mencitakan suatu ide luar biasa dan tidak diduga sebelumnya.
Jadi aku kira uneg- uneg ini, perlu dibuatkan saluran.
Kapan- kapan kita konsultasi aja ama pakarnya uneg- uneg, ya siapa lagi kalau tidak para psikolog itu.
Tapi bagi aku, penyaluran uneg- uneg ini, yang paling tepat yang uda aku lakukan selama ini adalah ngeblogger.
lMenyalurkan uneg- uneg lewat Blog dan tentunya juga lewat jejaring sosial seperti FB, Twitter dan lain- lain. :)
Rabu, 19 Oktober 2011
Pembangunan yang Tersendat
Puncak kesuksesan itu bertingkat bagai anak tangga, tak pernah pepak diatasnya. Selalu saja ada yang kurang yang harus dicapai untuk meraih kesuksesan berikutnya. Hal ini dialami sepenuhnya oleh Bangsa Indonesia.
Sarana dan prasarana pembangunan fisik dilakukan semenjak awal merdeka sampai sekarang sudah 60 tahun lebih, belum juga selesai seluruhnya. Mungkin karena luasnya area negeri kita tercinta ini. Atau mungkin karena realisasi perencanaannya yang kurang sesuai dengan yang diharapkan. Atau mungkin karena perencanaannya yang terlalu tinggi dan tak seimbang dengan kemampuan implementasinya. Atau mungkin karena memang pembuatan perencanaannya yang tidak jelas sehingga sulit untuk dijabarkan dalam tataran pelaksanaannya.
Atau bisa saja mungkin karena undang- undang yang ada kurang bersifat operasional. Atau mungkin juga karena PP dan juklaknya yang tidak fokus alias kurang jelas dan sinkron satu sama lain, sehingga mengakibatkan salah penapsirannya. Atau mungkin karena Standar Operation Prosedurnya (SOP) belum dibuat secara lebih kongkret, mengakibatkan ragu- ragunya tim pelaksana pembangunan.
Hal- hal tersebut diatas menjadikan jalannya pembangunan menjadi tersendat- sendat, sehingga memakan waktu lama tidak segera dapat di realisasikan apa yang sesungguhnya sudah lama hendak dibangun. Padahal yang dibangun itu semestinya bukan saja masalah pembangunan fisik saja, juga yang non fisik mendera menjadi kebutuhan yang mendesak.
Sementara itu, pengetahuan dan keterampilan serta kharakter- jiwa membangun bangsa ini selalu saja dipertanyakan. Mengapa banyak rencana yang mengambang dalam pelaksanaannya. Anggaran sudah disediakan namun yang terserap cuma sedikit, sekira hanya 20 %- nya saja. Mengapa?
Sampai dengan titik klimaknya ditahun 2011 ini, terjadi pergantian- pergantian personil lagi karena dianggap kurang bisa menjalankan rencana yang sudah ada. Atau sesungguhnya ada sesuatu yang salah (Some things wrong) atau seperti apa yang disebut- sebut oleh para pengamat bahwa ada salah asuh dinegeri ini.
Hmm.. apapun kendala dan hambatan yang ada, waktu terus berjalan sesuai peredarannya. Dulu ditahun 2000 an, ada yang membandingkan bahwa kemajuan dinegeri ini, adalah keadaan di tahun 60 an bagi Filipina. Jadi ketinggalan 40 tahun. Dan bahkan bila dibandingkan dengan USA, tambah jauh, ketinggalan 60 tahunan.
Dengan adanya ketinggalan yang terpaut jauh itu, apakah kita ini ingin lebih ketinggalan lagi ditahun 2011 ini? Wah.. tentu jawabannya tidak kan?! Terus bagaimana ya agar kita ini tidak ketinggalan jaman? Ahaha.. Marilah kita pikirkan bersama- sama jalan keluarnya.
Sarana dan prasarana pembangunan fisik dilakukan semenjak awal merdeka sampai sekarang sudah 60 tahun lebih, belum juga selesai seluruhnya. Mungkin karena luasnya area negeri kita tercinta ini. Atau mungkin karena realisasi perencanaannya yang kurang sesuai dengan yang diharapkan. Atau mungkin karena perencanaannya yang terlalu tinggi dan tak seimbang dengan kemampuan implementasinya. Atau mungkin karena memang pembuatan perencanaannya yang tidak jelas sehingga sulit untuk dijabarkan dalam tataran pelaksanaannya.
Atau bisa saja mungkin karena undang- undang yang ada kurang bersifat operasional. Atau mungkin juga karena PP dan juklaknya yang tidak fokus alias kurang jelas dan sinkron satu sama lain, sehingga mengakibatkan salah penapsirannya. Atau mungkin karena Standar Operation Prosedurnya (SOP) belum dibuat secara lebih kongkret, mengakibatkan ragu- ragunya tim pelaksana pembangunan.
Hal- hal tersebut diatas menjadikan jalannya pembangunan menjadi tersendat- sendat, sehingga memakan waktu lama tidak segera dapat di realisasikan apa yang sesungguhnya sudah lama hendak dibangun. Padahal yang dibangun itu semestinya bukan saja masalah pembangunan fisik saja, juga yang non fisik mendera menjadi kebutuhan yang mendesak.
Sementara itu, pengetahuan dan keterampilan serta kharakter- jiwa membangun bangsa ini selalu saja dipertanyakan. Mengapa banyak rencana yang mengambang dalam pelaksanaannya. Anggaran sudah disediakan namun yang terserap cuma sedikit, sekira hanya 20 %- nya saja. Mengapa?
Sampai dengan titik klimaknya ditahun 2011 ini, terjadi pergantian- pergantian personil lagi karena dianggap kurang bisa menjalankan rencana yang sudah ada. Atau sesungguhnya ada sesuatu yang salah (Some things wrong) atau seperti apa yang disebut- sebut oleh para pengamat bahwa ada salah asuh dinegeri ini.
Hmm.. apapun kendala dan hambatan yang ada, waktu terus berjalan sesuai peredarannya. Dulu ditahun 2000 an, ada yang membandingkan bahwa kemajuan dinegeri ini, adalah keadaan di tahun 60 an bagi Filipina. Jadi ketinggalan 40 tahun. Dan bahkan bila dibandingkan dengan USA, tambah jauh, ketinggalan 60 tahunan.
Dengan adanya ketinggalan yang terpaut jauh itu, apakah kita ini ingin lebih ketinggalan lagi ditahun 2011 ini? Wah.. tentu jawabannya tidak kan?! Terus bagaimana ya agar kita ini tidak ketinggalan jaman? Ahaha.. Marilah kita pikirkan bersama- sama jalan keluarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)