Puncak kesuksesan itu bertingkat bagai anak tangga, tak pernah pepak diatasnya. Selalu saja ada yang kurang yang harus dicapai untuk meraih kesuksesan berikutnya. Hal ini dialami sepenuhnya oleh Bangsa Indonesia.
Sarana dan prasarana pembangunan fisik dilakukan semenjak awal merdeka sampai sekarang sudah 60 tahun lebih, belum juga selesai seluruhnya. Mungkin karena luasnya area negeri kita tercinta ini. Atau mungkin karena realisasi perencanaannya yang kurang sesuai dengan yang diharapkan. Atau mungkin karena perencanaannya yang terlalu tinggi dan tak seimbang dengan kemampuan implementasinya. Atau mungkin karena memang pembuatan perencanaannya yang tidak jelas sehingga sulit untuk dijabarkan dalam tataran pelaksanaannya.
Atau bisa saja mungkin karena undang- undang yang ada kurang bersifat operasional. Atau mungkin juga karena PP dan juklaknya yang tidak fokus alias kurang jelas dan sinkron satu sama lain, sehingga mengakibatkan salah penapsirannya. Atau mungkin karena Standar Operation Prosedurnya (SOP) belum dibuat secara lebih kongkret, mengakibatkan ragu- ragunya tim pelaksana pembangunan.
Hal- hal tersebut diatas menjadikan jalannya pembangunan menjadi tersendat- sendat, sehingga memakan waktu lama tidak segera dapat di realisasikan apa yang sesungguhnya sudah lama hendak dibangun. Padahal yang dibangun itu semestinya bukan saja masalah pembangunan fisik saja, juga yang non fisik mendera menjadi kebutuhan yang mendesak.
Sementara itu, pengetahuan dan keterampilan serta kharakter- jiwa membangun bangsa ini selalu saja dipertanyakan. Mengapa banyak rencana yang mengambang dalam pelaksanaannya. Anggaran sudah disediakan namun yang terserap cuma sedikit, sekira hanya 20 %- nya saja. Mengapa?
Sampai dengan titik klimaknya ditahun 2011 ini, terjadi pergantian- pergantian personil lagi karena dianggap kurang bisa menjalankan rencana yang sudah ada. Atau sesungguhnya ada sesuatu yang salah (Some things wrong) atau seperti apa yang disebut- sebut oleh para pengamat bahwa ada salah asuh dinegeri ini.
Hmm.. apapun kendala dan hambatan yang ada, waktu terus berjalan sesuai peredarannya. Dulu ditahun 2000 an, ada yang membandingkan bahwa kemajuan dinegeri ini, adalah keadaan di tahun 60 an bagi Filipina. Jadi ketinggalan 40 tahun. Dan bahkan bila dibandingkan dengan USA, tambah jauh, ketinggalan 60 tahunan.
Dengan adanya ketinggalan yang terpaut jauh itu, apakah kita ini ingin lebih ketinggalan lagi ditahun 2011 ini? Wah.. tentu jawabannya tidak kan?! Terus bagaimana ya agar kita ini tidak ketinggalan jaman? Ahaha.. Marilah kita pikirkan bersama- sama jalan keluarnya.
Rabu, 19 Oktober 2011
Rabu, 05 Oktober 2011
Bangsa yang Banyak Masalah Sampah
Kalau disadari betul, kita ini termasuk bangsa yang banyak menghadapi masalah. Ironisnya banyaknya masalah tersebut sebagian besar masalah sampah. Bukan menghadapi masalah yang sebenarnya. Masalah yang mendera justru sebetulnya merupakan peristiwa yang semestinya tidak perlu terjadi. Seperti misalnya adanya banyak penyimpangan prosedur kebijakan pembangunan., kasus suap dan koroupsi.
Ketika membentuk rumah Indonesia dulu, bukankah sudah banyak peraturan dan perundang- undangan yang telah dibuat dan diberlakukan. Sehingga mungkin kita ini hidup disebuah negara yang memiliki peraturan perundang- undangan yang paling banyak didunia.. Selayaknya tidak lagi mempersoalkan masalah peraturan lagi.. Sebab setiap insan penyelenggara negara, tentu sudah paham akan tugas dan kewajibannya masing- masing. Dengan demikian maka segala sesuatu perencanaan yang sudah dibuat dengan susah payah bisa direalisasikan dengan baik dan lancar. Tidak tersendat lagi dengan masalah kekeliruan prosedur administrasi ketatanegaraan.
Bila semua rencana pembangunan bangsa dapat dijalankan dengan baik dan lancar sesuai skala prioritasnya, akan terasakan derap pembangunan itu. Jadi tidak seperti yang ada sekarang berjalan ditempat rasanya. Sebab banyak terjadi masalah ditataran pelaksanaan perencanaannya.tersandung oleh kejadian dan peristiwa sekitar prosedur pelaksanaannya. Lebih- lebih lagi bila ada problematika suap dan koroupsi yang sesungguhnya tidaklah perlu hal tersebut terjadi.
Walhasil rencana pembangunan yang sudah dipatok jadwal dan anggarannya terjadi distorsi disana- sini, hampir disetiap lini. Terjadi gangguan pelaksanaannya oleh sebab buruknya kinerja insan penyelenggara negara. Dengan kata lain akhirnya kita ini jadi tidak membangun- bangun. Sementara itu waktu tidak mengenal kompromi, ia berjalan terus sesuai peredarannya. Kita lalu menjadi bangsa yang cenderung tertinggal dibanding kemajuan- kemajuan yang diperoleh bangsa lain yang sama- sama dan senasib sepenanggungan sebagai negara yang sedang berkembang.
Marilah wahai semua rakyat dan bangsa Indonesia, baik itu yang berperan sebagai rakyat biasa maupun kebetulan menjadi penyelenggara negara. Kita lebih serius membangun bangsa dan negara ini agar tidak terlalu ketinggalan dengan bangsa lain. Upaya pencerdasan kehidupan bangsa dapat maju pesat. Sehingga kesejahteraan sosial yang meliputi taraf hidup yang berkualitas dan tingkat kesehatan yang sesuai dengan definisi WHO (Bio-psiko-sosio-spiritual ) dapat segera dicapai. ***
Ketika membentuk rumah Indonesia dulu, bukankah sudah banyak peraturan dan perundang- undangan yang telah dibuat dan diberlakukan. Sehingga mungkin kita ini hidup disebuah negara yang memiliki peraturan perundang- undangan yang paling banyak didunia.. Selayaknya tidak lagi mempersoalkan masalah peraturan lagi.. Sebab setiap insan penyelenggara negara, tentu sudah paham akan tugas dan kewajibannya masing- masing. Dengan demikian maka segala sesuatu perencanaan yang sudah dibuat dengan susah payah bisa direalisasikan dengan baik dan lancar. Tidak tersendat lagi dengan masalah kekeliruan prosedur administrasi ketatanegaraan.
Bila semua rencana pembangunan bangsa dapat dijalankan dengan baik dan lancar sesuai skala prioritasnya, akan terasakan derap pembangunan itu. Jadi tidak seperti yang ada sekarang berjalan ditempat rasanya. Sebab banyak terjadi masalah ditataran pelaksanaan perencanaannya.tersandung oleh kejadian dan peristiwa sekitar prosedur pelaksanaannya. Lebih- lebih lagi bila ada problematika suap dan koroupsi yang sesungguhnya tidaklah perlu hal tersebut terjadi.
Walhasil rencana pembangunan yang sudah dipatok jadwal dan anggarannya terjadi distorsi disana- sini, hampir disetiap lini. Terjadi gangguan pelaksanaannya oleh sebab buruknya kinerja insan penyelenggara negara. Dengan kata lain akhirnya kita ini jadi tidak membangun- bangun. Sementara itu waktu tidak mengenal kompromi, ia berjalan terus sesuai peredarannya. Kita lalu menjadi bangsa yang cenderung tertinggal dibanding kemajuan- kemajuan yang diperoleh bangsa lain yang sama- sama dan senasib sepenanggungan sebagai negara yang sedang berkembang.
Marilah wahai semua rakyat dan bangsa Indonesia, baik itu yang berperan sebagai rakyat biasa maupun kebetulan menjadi penyelenggara negara. Kita lebih serius membangun bangsa dan negara ini agar tidak terlalu ketinggalan dengan bangsa lain. Upaya pencerdasan kehidupan bangsa dapat maju pesat. Sehingga kesejahteraan sosial yang meliputi taraf hidup yang berkualitas dan tingkat kesehatan yang sesuai dengan definisi WHO (Bio-psiko-sosio-spiritual ) dapat segera dicapai. ***
Senin, 26 September 2011
Pengalihan Perhatian dengan Gaduh Bom
Aneh kalau tak mau dibilang lucu. Setiap ada kisruh yang melibatkan petinggi negara pasti Bom menyalak . Aksi kamuflase seperti ini sudah terbaca. Trik ini mujarab, karena praktis setelah itu semua mass media akan membicarakan isu Bom. Sementara itu masalah utama menjadi kurang populer lagi.
Sebenarnya strategi semacam ini adalah cara- cara lama. Didunia politik teridentifikasi bahwasanya, ada empat sub bagian strategi, antara lain: Bagian Pemikir Rencana, Bagian Melobi/ Deplomasi, Bagian Pengintai Keadaan, dan Bagian Perusak/ Pengacau Keadaan.. Keempat Bagian dikoordinasikan oleh satu pusat kontrol, dan disetel berdasarkan keadaan yang berkembang dilapangan, diarahkan untuk mencari efek- efek menguntungkan kegiatan politiknya.
Jadi bagi segolongan orang peristiwa bisa diskenario sesuai kehendaknya. Hal ini bisa terjadi disebabkan antara lain oleh karena adanya keinginan yang ambisius untuk merebut dan atau mempertahankan pengaruhnya terhadap situasi dimana ia ikut ambil bagian dalam suatu permainan yang didominasi oleh peran- peran yang diterapkannya. Sehingga isu pengalihan perhatian masih dianggap tetap relevan untuk memenangkan kendali terhadap situasi..
Sebenarnya strategi semacam ini adalah cara- cara lama. Didunia politik teridentifikasi bahwasanya, ada empat sub bagian strategi, antara lain: Bagian Pemikir Rencana, Bagian Melobi/ Deplomasi, Bagian Pengintai Keadaan, dan Bagian Perusak/ Pengacau Keadaan.. Keempat Bagian dikoordinasikan oleh satu pusat kontrol, dan disetel berdasarkan keadaan yang berkembang dilapangan, diarahkan untuk mencari efek- efek menguntungkan kegiatan politiknya.
Jadi bagi segolongan orang peristiwa bisa diskenario sesuai kehendaknya. Hal ini bisa terjadi disebabkan antara lain oleh karena adanya keinginan yang ambisius untuk merebut dan atau mempertahankan pengaruhnya terhadap situasi dimana ia ikut ambil bagian dalam suatu permainan yang didominasi oleh peran- peran yang diterapkannya. Sehingga isu pengalihan perhatian masih dianggap tetap relevan untuk memenangkan kendali terhadap situasi..
Sabtu, 10 September 2011
Bertengkar Sesama Teman Keja
Emosi seseorang memang terkadang meledak begitu saja tanpa bisa lagi dikendalikan oleh kesadaran atau pemikiran yang biasa, dimana orientasi perasaan bisa lebih adaptif terhadap masalah yang sedang dihadapi.
Sementara ahli ada yang mengatakan bahwa seseorang tiba- tiba menjadi marah- marah biasanya karena titik lemahnya (Locus Minoris) tersentuh atau terbentur oleh penetrasi atau tekanan dari luar dirinya. Titik lemah ini sangat individual, yang berarti setiap orang tidak sama keadaannya ketika merespon adanya hal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan dirinya. Disamping itu masih banyak faktor lainnya yang dapat memicu timbulnya perasaan emosi, antara lain watak yang temperamental sangat mudah terjadi emosi.
Emosi yang meningkat dan meledak- ledak bisa terjadi dimana saja dan kapan saja/ sewaktu- waktu, bila titik lemah tersebut tersentuh. Bisa terjadi dalam keluarga, dalam persahabatan dan pertemanan. Atau dalam situasi kerja, semisal seperti yang terjadi disaat sedang sibuk kerja bersama teman sekerja, seperti yang diceritakan berikut ini.
Dua teman sekerja, katakanlah namanya si Mamat dan si Boncel. Mereka berdua kerja dibidang angkutan barang, dengan alat trasportasi kendaraan roda empat berupa Truk. Mereka sebenarnya berteman akrab dan setiap hari rukun- rukun saja untuk bekerja. Namun tiba- tiba saja, kedua orang ini menghebohkan lingkungannya. Pasalnya Mamad dan Boncel yang dikenal oleh lingkungannya adalah bersahabat kini saling adu mulut dan menantang bercaruk (Berkelahi dengan senjata tajam Sabit).
Kini sedang diusut dan didamaikan oleh Ketua RW setempat. Mereka yang bertengkar sedag disadarkan oleh anggauta keluarganya masing- masing. Inti masalah yang menjadi penyebab terjadinya pertengkaran belum diketahui jelas. Tapi yang pasti masalahnya seputaran masalah angkutan barang.
Peristiwa ini terjadi di salah satu Desa di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yakni didesa Pandansari yang sebagian besar penduduknya bersuku Madura. Semoga kejadian yang diakibatkan oleh timbulnya rasa emosi yag tak terkendali seperti ini menjadi pelajaran buat kita semua. Agar lebih baik lagi dalam mengendalikan rasa emosi yang bisa diibaratkan seperti kuda binal. Hmm.
Sementara ahli ada yang mengatakan bahwa seseorang tiba- tiba menjadi marah- marah biasanya karena titik lemahnya (Locus Minoris) tersentuh atau terbentur oleh penetrasi atau tekanan dari luar dirinya. Titik lemah ini sangat individual, yang berarti setiap orang tidak sama keadaannya ketika merespon adanya hal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan dirinya. Disamping itu masih banyak faktor lainnya yang dapat memicu timbulnya perasaan emosi, antara lain watak yang temperamental sangat mudah terjadi emosi.
Emosi yang meningkat dan meledak- ledak bisa terjadi dimana saja dan kapan saja/ sewaktu- waktu, bila titik lemah tersebut tersentuh. Bisa terjadi dalam keluarga, dalam persahabatan dan pertemanan. Atau dalam situasi kerja, semisal seperti yang terjadi disaat sedang sibuk kerja bersama teman sekerja, seperti yang diceritakan berikut ini.
Dua teman sekerja, katakanlah namanya si Mamat dan si Boncel. Mereka berdua kerja dibidang angkutan barang, dengan alat trasportasi kendaraan roda empat berupa Truk. Mereka sebenarnya berteman akrab dan setiap hari rukun- rukun saja untuk bekerja. Namun tiba- tiba saja, kedua orang ini menghebohkan lingkungannya. Pasalnya Mamad dan Boncel yang dikenal oleh lingkungannya adalah bersahabat kini saling adu mulut dan menantang bercaruk (Berkelahi dengan senjata tajam Sabit).
Kini sedang diusut dan didamaikan oleh Ketua RW setempat. Mereka yang bertengkar sedag disadarkan oleh anggauta keluarganya masing- masing. Inti masalah yang menjadi penyebab terjadinya pertengkaran belum diketahui jelas. Tapi yang pasti masalahnya seputaran masalah angkutan barang.
Peristiwa ini terjadi di salah satu Desa di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yakni didesa Pandansari yang sebagian besar penduduknya bersuku Madura. Semoga kejadian yang diakibatkan oleh timbulnya rasa emosi yag tak terkendali seperti ini menjadi pelajaran buat kita semua. Agar lebih baik lagi dalam mengendalikan rasa emosi yang bisa diibaratkan seperti kuda binal. Hmm.
Sabtu, 27 Agustus 2011
Keberingasan Terhenti Sejenak di Bulan Suci
Secara keseluruhan keberingasan masyarakat dalam mengkritisi keadaan seakan terhenti dibulan ini. Hal ini dapat dimaklumi karena sebagian besar masyarakat kita sangat- sangat menghormati bulan Ramadan dan Syawal. Dua bulan ini dikhususkan untuk bersilaturahmi dan bercengkerama dengan keluarga dan sanak famili serta handai taulan masing- masing.
Padahal sebelumnya, tiap hari hampir terjadi demo silih berganti, diwilayah negeri subur dan kaya seperti, Indonesia tercinta ini. Ironisnya hampir disetiap penghujung demo diakhiri oleh terjadinya peristiwa anarkis. Terlepas pemicunya, berawal dari pendemo, provokator dan atau berawal dari petugas yang suka main kasar.
Aksi turun jalan dengan memobilisir massa, yang dikenal dengan 'Demonstrasi', dikatakan adalah sudah menjadi pemandangan yang biasa terjadi dinegara yang menganut sistem demokrasi. Demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem demokrasi. Biasanya fenomena terjadinya demonstrasi diakibatkan oleh adanya kebuntuan saluran aspirasi yang ada, antara rakyat dengan para wakilnya, antara warga dengan pamong atau pemerintahnya. Kebuntuan Birokrasi (Birokratisme) - pun, akan memicu terjadinya aksi turun jalan.
Melalui tulisan ini, diharapkan bahwa suasana damai dan tenteram dibulan suci ini terbawa terus kebulan- bulan berikutnya. Dalam artian kalaupun akan terjadi aksi turun jalan, hal tersebut dilakukan dengan aksi damai. Semua dilakukan dengan mekanisme yang damai dan tak ada aksi kekerasan dari fihak manapun juga. Semua fihak diharapkan menyadari kelemahannya masing- masing dan saling melebur untuk membuat kesepakaan baru yang lebih bisa diterima seluruh komponen dan lapisan masyarakat dan rakyat Indonesia. Karena harus selalu diingat bahwa Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi Pancasila. Bukan Demokrasi Liberal. Sehingga setiap masalah seharusnya dapat diselesaikan secara damai. Pancasila adalah alat pemersatu, bukan pemecah belah persatuan dan kesatuan.
Kiranya janganlah ada orang/ kelompok atau masyarakat dari golongan tertentu manapun juga yang berteriak dirinya Pancasilais, tetapi sesungguhya dalam hatinya haus akan kekuasaan, yang justru sikap dan perbuatannya tidak mencerminkan jiwa yang Pancasilais. Bahkan selalu memaksakan kehendak dan menampilkan kebrutalan dengan dalih menyelamatkan Pancasila.
Apabila pada akhirnya akan terjadi revolusi sosial dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, biarlah semua itu terjadi secara alamiah. Hal itu terjadi semata- mata hanya untuk terciptanya kualitas hidup bersama. Untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa dari keterpurukan- keterpurukan yang tidak perlu.
Namun sebisa mungkin kiranya tidaklah sampai kemekanisme revolusi sosial, karena efek sampingannya luar biasa jahatnya. Sebaliknya agar para pemegang otoritas di pemerintahan berbenah diri secara cepat mulai dari sekarang, karena tidak ada istilah terlambat untuk berbenah. Mendengarkan suara atau aspirasi rakyat secara keseluruhan dan mengambil kebijakan yang populer, yang produktif dan yang pro rakyat kebanyakan. Ingat kekayaan bumi, langit dan air di Indonesia, semata- mata dan sepenuh- penuhnya diperuntukkan demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Bravo!.. Merdeka!.
Padahal sebelumnya, tiap hari hampir terjadi demo silih berganti, diwilayah negeri subur dan kaya seperti, Indonesia tercinta ini. Ironisnya hampir disetiap penghujung demo diakhiri oleh terjadinya peristiwa anarkis. Terlepas pemicunya, berawal dari pendemo, provokator dan atau berawal dari petugas yang suka main kasar.
Aksi turun jalan dengan memobilisir massa, yang dikenal dengan 'Demonstrasi', dikatakan adalah sudah menjadi pemandangan yang biasa terjadi dinegara yang menganut sistem demokrasi. Demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem demokrasi. Biasanya fenomena terjadinya demonstrasi diakibatkan oleh adanya kebuntuan saluran aspirasi yang ada, antara rakyat dengan para wakilnya, antara warga dengan pamong atau pemerintahnya. Kebuntuan Birokrasi (Birokratisme) - pun, akan memicu terjadinya aksi turun jalan.
Melalui tulisan ini, diharapkan bahwa suasana damai dan tenteram dibulan suci ini terbawa terus kebulan- bulan berikutnya. Dalam artian kalaupun akan terjadi aksi turun jalan, hal tersebut dilakukan dengan aksi damai. Semua dilakukan dengan mekanisme yang damai dan tak ada aksi kekerasan dari fihak manapun juga. Semua fihak diharapkan menyadari kelemahannya masing- masing dan saling melebur untuk membuat kesepakaan baru yang lebih bisa diterima seluruh komponen dan lapisan masyarakat dan rakyat Indonesia. Karena harus selalu diingat bahwa Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi Pancasila. Bukan Demokrasi Liberal. Sehingga setiap masalah seharusnya dapat diselesaikan secara damai. Pancasila adalah alat pemersatu, bukan pemecah belah persatuan dan kesatuan.
Kiranya janganlah ada orang/ kelompok atau masyarakat dari golongan tertentu manapun juga yang berteriak dirinya Pancasilais, tetapi sesungguhya dalam hatinya haus akan kekuasaan, yang justru sikap dan perbuatannya tidak mencerminkan jiwa yang Pancasilais. Bahkan selalu memaksakan kehendak dan menampilkan kebrutalan dengan dalih menyelamatkan Pancasila.
Apabila pada akhirnya akan terjadi revolusi sosial dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, biarlah semua itu terjadi secara alamiah. Hal itu terjadi semata- mata hanya untuk terciptanya kualitas hidup bersama. Untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa dari keterpurukan- keterpurukan yang tidak perlu.
Namun sebisa mungkin kiranya tidaklah sampai kemekanisme revolusi sosial, karena efek sampingannya luar biasa jahatnya. Sebaliknya agar para pemegang otoritas di pemerintahan berbenah diri secara cepat mulai dari sekarang, karena tidak ada istilah terlambat untuk berbenah. Mendengarkan suara atau aspirasi rakyat secara keseluruhan dan mengambil kebijakan yang populer, yang produktif dan yang pro rakyat kebanyakan. Ingat kekayaan bumi, langit dan air di Indonesia, semata- mata dan sepenuh- penuhnya diperuntukkan demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Bravo!.. Merdeka!.
Senin, 22 Agustus 2011
Arus Mudik Setiap Tahun Selalu Menarik Perhatian
Setiap tahun ada tradisi unik dinegeri ini. Pulang kampung secara berbondong- bondong atau lebih akrab dikenal dengan istilah Arus Mudik. Pulang dari mana, tentu maksudnya pulang dari kota tempat aktivitas kerja mencari nafkah.
Mulai minggu ini, arus mudik sudah tampak dari arus lalu lintas yang terjadi. Mulai dari menggunakan Alat transportasi yang disediakan oleh perusahaan angkutan, bantuan pemerintah sampai dengan menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil dan motor roda dua. Lalu lalang arus mudik menjelang Hari Raya 1 Syawal 1432 H selalu makin memadat dari mulai H-7 sampai H+7. Pemerintah setempat dan perusahaan angkutan bekerjasama meningkatkan kinerjanya melayani para pemudik agar tidak terlalu berdesak- desakan dan tentu agar perjalanannya terasa nyaman, aman dan lancar.
Aparat pemerintah yag terkait dengan kepentingan melayani arus mudik sudah mulai disiagakan juga. Bekerja secara koordinatif dan terpadu. Biasanya disebut Operasi Ketupat. Antisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalin atau pun terjadinya aksi kriminal atau preman atau pencurian dan pencopetan, makin tahun makin disempurnakan. Semoga kegiatan aparat ini dalam rangka menjalankan program kerja 'Operasi Ketupat' dapat berlangsung dengan baik sesuai prosedur standar yang telah disepakati bersama. Sehingga kegiatan arus mudik dan arus balik sekalian nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Tujuan pulang kampung oleh sebagian besar masyarakat kita yang religius tidak lain adalah untuk berjumpa kembali dengan keluarga dan orang tua didesa, yang selama hampir setahunan tidak berjumpa guna bersilaturahmi, kangen- kangenan serta saling memaafkan sesama saudara dan sanak famili, disuasana Hari Raya Idhul Fitri, 1 Syawal 1432 H. Biasanya lalu suasana kerukunan dan kedamaian sangat kental terasa dibulan yag fitri ini.
Kiranya hari raya Idhul Fitri tahun ini semoga dapat berjalan dengan tenang, baik dan lancar. Karena diharapkan setelah usai berhari raya, setiap warga akan menjadi warga yang baik dalam bermasyarakat- berbangsa. Selama hari raya hati dilebur, saling memaafkan satu sama lainnya atas kesalahan yang pernah diperbuat. Sehingga kini memiliki hati dan pikiran yang baru, yang siap untuk bekerja kembali di kota tempat bekerja dengan semangat baru yang lebih berkualitas. Inilah makna yang paling inti daripada peristiwa Silaturahmi- mengucapkan selamat hari raya Fitri dan saling maaf memaafkan.
Mulai minggu ini, arus mudik sudah tampak dari arus lalu lintas yang terjadi. Mulai dari menggunakan Alat transportasi yang disediakan oleh perusahaan angkutan, bantuan pemerintah sampai dengan menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil dan motor roda dua. Lalu lalang arus mudik menjelang Hari Raya 1 Syawal 1432 H selalu makin memadat dari mulai H-7 sampai H+7. Pemerintah setempat dan perusahaan angkutan bekerjasama meningkatkan kinerjanya melayani para pemudik agar tidak terlalu berdesak- desakan dan tentu agar perjalanannya terasa nyaman, aman dan lancar.
Aparat pemerintah yag terkait dengan kepentingan melayani arus mudik sudah mulai disiagakan juga. Bekerja secara koordinatif dan terpadu. Biasanya disebut Operasi Ketupat. Antisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalin atau pun terjadinya aksi kriminal atau preman atau pencurian dan pencopetan, makin tahun makin disempurnakan. Semoga kegiatan aparat ini dalam rangka menjalankan program kerja 'Operasi Ketupat' dapat berlangsung dengan baik sesuai prosedur standar yang telah disepakati bersama. Sehingga kegiatan arus mudik dan arus balik sekalian nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Tujuan pulang kampung oleh sebagian besar masyarakat kita yang religius tidak lain adalah untuk berjumpa kembali dengan keluarga dan orang tua didesa, yang selama hampir setahunan tidak berjumpa guna bersilaturahmi, kangen- kangenan serta saling memaafkan sesama saudara dan sanak famili, disuasana Hari Raya Idhul Fitri, 1 Syawal 1432 H. Biasanya lalu suasana kerukunan dan kedamaian sangat kental terasa dibulan yag fitri ini.
Kiranya hari raya Idhul Fitri tahun ini semoga dapat berjalan dengan tenang, baik dan lancar. Karena diharapkan setelah usai berhari raya, setiap warga akan menjadi warga yang baik dalam bermasyarakat- berbangsa. Selama hari raya hati dilebur, saling memaafkan satu sama lainnya atas kesalahan yang pernah diperbuat. Sehingga kini memiliki hati dan pikiran yang baru, yang siap untuk bekerja kembali di kota tempat bekerja dengan semangat baru yang lebih berkualitas. Inilah makna yang paling inti daripada peristiwa Silaturahmi- mengucapkan selamat hari raya Fitri dan saling maaf memaafkan.
Kamis, 18 Agustus 2011
Lamunan Si Bogel Ingin Dapat Togel
Cara orang memperoleh rejekinya macam- macam. Ada yang memang hasil dari jerih payah bekerja secara fisik, misalnya buruh tani. Adapula dari hasil kerja pikiran dan ilmu yang dimiliki, misalnya Pengacara, Notaris. Ada yang atas jerih payah kerja fisik dan pikiran/ pengetahuan yang dimilikinya, misalnya Montir, Dokter operasi. Ada yang berdasarkan hasil kerja fisik dan naluri bisnis, misalnya Usaha Pracangan, Pedagang Tengkulak, Pedagang asongan. Pedagang dengan cara amanat barang orang lain. Dan lain- lain. Kesemuanya dari hasil kerja. Tapi bagi yang mempunyai pekerjaan.
Sementara itu lapangan kerja dirasa makin sempit. Jadi dengan kata lain, makin banyak orang yang tak mempunyai pekerjaan. Katakanlah pengangguran tersamar sampai dengan yang benar- benar pengangguran asli.
Sebenarnya sih, pekerjaan itu banyak. Tapi kebanyakan orang mengartikannya, bekerja keorang lain atau di perusahaan atau di pengusaha apa atau di proyek apa atau di kantor pemerintah atau pokoknya maksudnya bekerja ikut orang lain yang membutuhkan tenaga atau pikiran pencari kerja.
Untuk pekerjaan yang sifatnya diupayakan sendiri, seperti mencari rumput hewan ternak, mencari daun jati, daun pisang; atau mencari kayu bakar dan dijual. Atau berusaha membuka tambal ban/ vukanisir atau jualan buah- buahan, atau berjualan Es Tontong, berjualan Cilok, Bakso, Dagang ayam, kambing, sapi; atau menjual jasa pelayanan seperti jasa mencarikan kontrakan rumah, keahlian mencukur rambut, keahlian menjahit, keterampilan mengurut badan, keterampilan meramal nasib, jasa meramal fengsui, hongsuinipun, sampai dengan jasa keterampilan meramal nomer togel, dan lain sebagainya. Banyak sekali sebetulnya macam pekerjaan yang diusahakan sendiri ini.
Namun demikian, banyak orang mengeluh tidak memiliki pekerjaan. Entahlah faktor apa yang membuat mereka yang merasa tidak memiliki pekerjaan ini merasa benar- benar tidak punya pekerjaan yang difinitif. Apakah faktor kemalasan, atau faktor ketidak beruntungan saja belum mendapat kesempatan kerja, atau kurang memiliki daya kreasi, atau memang enggak bisa berpikir abstrak yang bisa digunakan untuk berencana menciptakan lapangan kerja sendiri manakala tidak mendapatkan pekerjaan dari orang lain. Atau karena gengsi yang melekat pada diri seseorang cukup tinggi sehingga tidak mau melakukan pekerjaan yang dianggap serampangan meskipun sebenarnya masih terbilang halal. Kita tidak bisa tahu pasti.
Disini, yang mau diungkapkan bukan mencari penyebab mengapa orang tidak memiliki pekerjaan dan akhirnya tidak atau kurang mendapatkan penghasilan tetap setiap harinya. Yang akan diceritakan adalah keadaan mereka- mereka yang entah frustrasi atau memang sedang vakum, atau habis terkena PHK, tetapi kebutuhan harian tetap menuntut harus memiliki sejumlah uang untuk biaya hidup sehari- hari. Baik untuk diri sendiri karena masih membujang, untuk keluarga karena memang sudah beranak istri; pokoknya tidak ada barang gratis didunia ini. Seolah dunia berkata, barang siapa tidak bekerja janganlah ia makan. Aduh dari titik ini, terasakan sekali dunia sangat kejam. Terutama bagi yang tidak memiliki pekerjaan pasti.
Hari berganti hari, dan minggu berganti minggu. Upaya pencarian kerja tidak berhasil. Uang tabungan menipis. Tetapi kebutuhan hidup sehari- hari tak pernah bisa dikompromi agar ikut libur juga. Biasanya kalau sudah sampai begini seseorang akan jadi kelimpungan walau hidup seorang diri, apalagi kalau sudah berkeluarga. Wah bisa pusing deh memikirkannya. Nah Si Bogel disini masuk hitungan kelompok orang- orang yang sedang kelimpungan.
Dalam keadaan kepepet biasanya orang memiliki kemampuan luar biasa untuk dapat mengatasi masalah dan kesulitannya. Tidak terkecuali Si Bogel, yang sebetulnya apabila dilihat secara cermat, adalah bukan orang yang bodoh- bodoh amat atau pemalas. Hanya mungkin kesempatan dan peluang bagus sedang tidak memihak padanya.
Pada suatu hari, disiang bolong tiba- tiba saja ia punya pikiran melayang, yaitu melamun sesaat dan bergumam sendiri. "Andai kata saja, keadaan seperti ini, lalu aku mendapat lotre togel 10 lembar, wah.. mungkin aku akan sedikit bisa bernapas", ia terbangun dari tidurannya diatas tempat tidur bututnya. Duduk termenung seakan sedang memikirkan sesuatu rencana.
Si Bogel berpindah tempat dan duduk dimeja ubin antiknya. Tampak memegang pen dan kertas. Rupanya sedang menuliskan angka- angka dengan susunan tertentu. Tiba- tiba wajahnya tampak berseri- seri dan sangat optimis. Singkat cerita, Si Bogel hari ini telah membeli beberapa pasang nomer lotre Togel.
Beberapa saat si Bogel lupa dengan kesedihannya, karena sore harinya ia sibuk dengan kegiatan lainnya, antara lain membersihkan rumahnya, menyiram halaman rumahnya yang tampak kering dan berdebu. Menghadiri kenduri dirumah tetangganya.
Ternyata memang aral tak dapat ditolak, rejeki tak dapat disangka. Pada malam harinya, Si Bogel mendapatkan Lotre Togel 10 Lembar. Hati si Bogel bergetar sebentar. Kemudian setelah tenang ia pergi mengurusi Lotre Togelnya.
Lamunan si Bogel kali ini menjadi kenyataan. Ia telah mengantongi sejumlah uang. Ia berencana akan membeli beberapa kebutuhan hariannya yang pada hari- hari terakhir ini persediaannya habis. Dalam hati ia mengucapkan puji syukur, karena telah mendapat rejeki yang tak disangka- sangka. Meskipun jauh didalam lubuk hatinya ada perasaan lain. Mungkin perasaan gamang akan apa yang telah dilakukannya, bahwa perbuatan membeli Lotre Togel ini baik atau buruk baginya. Si Bogel sementara ini tak dapat memikirkannya.
Sementara itu lapangan kerja dirasa makin sempit. Jadi dengan kata lain, makin banyak orang yang tak mempunyai pekerjaan. Katakanlah pengangguran tersamar sampai dengan yang benar- benar pengangguran asli.
Sebenarnya sih, pekerjaan itu banyak. Tapi kebanyakan orang mengartikannya, bekerja keorang lain atau di perusahaan atau di pengusaha apa atau di proyek apa atau di kantor pemerintah atau pokoknya maksudnya bekerja ikut orang lain yang membutuhkan tenaga atau pikiran pencari kerja.
Untuk pekerjaan yang sifatnya diupayakan sendiri, seperti mencari rumput hewan ternak, mencari daun jati, daun pisang; atau mencari kayu bakar dan dijual. Atau berusaha membuka tambal ban/ vukanisir atau jualan buah- buahan, atau berjualan Es Tontong, berjualan Cilok, Bakso, Dagang ayam, kambing, sapi; atau menjual jasa pelayanan seperti jasa mencarikan kontrakan rumah, keahlian mencukur rambut, keahlian menjahit, keterampilan mengurut badan, keterampilan meramal nasib, jasa meramal fengsui, hongsuinipun, sampai dengan jasa keterampilan meramal nomer togel, dan lain sebagainya. Banyak sekali sebetulnya macam pekerjaan yang diusahakan sendiri ini.
Namun demikian, banyak orang mengeluh tidak memiliki pekerjaan. Entahlah faktor apa yang membuat mereka yang merasa tidak memiliki pekerjaan ini merasa benar- benar tidak punya pekerjaan yang difinitif. Apakah faktor kemalasan, atau faktor ketidak beruntungan saja belum mendapat kesempatan kerja, atau kurang memiliki daya kreasi, atau memang enggak bisa berpikir abstrak yang bisa digunakan untuk berencana menciptakan lapangan kerja sendiri manakala tidak mendapatkan pekerjaan dari orang lain. Atau karena gengsi yang melekat pada diri seseorang cukup tinggi sehingga tidak mau melakukan pekerjaan yang dianggap serampangan meskipun sebenarnya masih terbilang halal. Kita tidak bisa tahu pasti.
Disini, yang mau diungkapkan bukan mencari penyebab mengapa orang tidak memiliki pekerjaan dan akhirnya tidak atau kurang mendapatkan penghasilan tetap setiap harinya. Yang akan diceritakan adalah keadaan mereka- mereka yang entah frustrasi atau memang sedang vakum, atau habis terkena PHK, tetapi kebutuhan harian tetap menuntut harus memiliki sejumlah uang untuk biaya hidup sehari- hari. Baik untuk diri sendiri karena masih membujang, untuk keluarga karena memang sudah beranak istri; pokoknya tidak ada barang gratis didunia ini. Seolah dunia berkata, barang siapa tidak bekerja janganlah ia makan. Aduh dari titik ini, terasakan sekali dunia sangat kejam. Terutama bagi yang tidak memiliki pekerjaan pasti.
Hari berganti hari, dan minggu berganti minggu. Upaya pencarian kerja tidak berhasil. Uang tabungan menipis. Tetapi kebutuhan hidup sehari- hari tak pernah bisa dikompromi agar ikut libur juga. Biasanya kalau sudah sampai begini seseorang akan jadi kelimpungan walau hidup seorang diri, apalagi kalau sudah berkeluarga. Wah bisa pusing deh memikirkannya. Nah Si Bogel disini masuk hitungan kelompok orang- orang yang sedang kelimpungan.
Dalam keadaan kepepet biasanya orang memiliki kemampuan luar biasa untuk dapat mengatasi masalah dan kesulitannya. Tidak terkecuali Si Bogel, yang sebetulnya apabila dilihat secara cermat, adalah bukan orang yang bodoh- bodoh amat atau pemalas. Hanya mungkin kesempatan dan peluang bagus sedang tidak memihak padanya.
Pada suatu hari, disiang bolong tiba- tiba saja ia punya pikiran melayang, yaitu melamun sesaat dan bergumam sendiri. "Andai kata saja, keadaan seperti ini, lalu aku mendapat lotre togel 10 lembar, wah.. mungkin aku akan sedikit bisa bernapas", ia terbangun dari tidurannya diatas tempat tidur bututnya. Duduk termenung seakan sedang memikirkan sesuatu rencana.
Si Bogel berpindah tempat dan duduk dimeja ubin antiknya. Tampak memegang pen dan kertas. Rupanya sedang menuliskan angka- angka dengan susunan tertentu. Tiba- tiba wajahnya tampak berseri- seri dan sangat optimis. Singkat cerita, Si Bogel hari ini telah membeli beberapa pasang nomer lotre Togel.
Beberapa saat si Bogel lupa dengan kesedihannya, karena sore harinya ia sibuk dengan kegiatan lainnya, antara lain membersihkan rumahnya, menyiram halaman rumahnya yang tampak kering dan berdebu. Menghadiri kenduri dirumah tetangganya.
Ternyata memang aral tak dapat ditolak, rejeki tak dapat disangka. Pada malam harinya, Si Bogel mendapatkan Lotre Togel 10 Lembar. Hati si Bogel bergetar sebentar. Kemudian setelah tenang ia pergi mengurusi Lotre Togelnya.
Lamunan si Bogel kali ini menjadi kenyataan. Ia telah mengantongi sejumlah uang. Ia berencana akan membeli beberapa kebutuhan hariannya yang pada hari- hari terakhir ini persediaannya habis. Dalam hati ia mengucapkan puji syukur, karena telah mendapat rejeki yang tak disangka- sangka. Meskipun jauh didalam lubuk hatinya ada perasaan lain. Mungkin perasaan gamang akan apa yang telah dilakukannya, bahwa perbuatan membeli Lotre Togel ini baik atau buruk baginya. Si Bogel sementara ini tak dapat memikirkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)