Minggu, 15 Mei 2011

Dari Bola Sepak menjadi Bola Api

Perjalanan alot permasalahan pemilihan ketua umum ditubuh PSSI berlanjut terus sampai dengan hari ini. Masyarakat luas makin sebal melihat perkembangan penyelesaian kemelut diintern organisasi PSSI yang merupakan organisasi olah raga milik seluruh rakyat Indonesia ini. Bahkan sampai ada yang gusar setelah mendengar dan melihat berita dari beberapa media massa dan akhirnya turun jalan dan turun jalan lagi, memprotes agar mencari solusi terbaik dengan membersihkan pengurus PSSI yang bermasalah tetapi masih bertahan. Masalahnya kini apakah harapan masyarakat luas tersebut bisa terpenuhi?

Kalau dicermati sungguh- sungguh ternyata tidak seperti tampak sekedar mengurusi bola sepak saja namun persoalan lebih kepada memperebutkan posisi- posisi non teknis yang strategis. Karena masalah supremasi olah raga sepak bola yang dalam permainannya bola disepak ini sudah hampir mengungguli simbul- simbul suatu negara. Artinya kegiatan sepakbola-nya yang lebih dikenal masyarakat dunia daripada nama negaranya sendiri. Semisal Juventus, Barcelona, Ac Milan, dan lain- lain. Bukankah hal ini merupakan contoh yang jelas bahwa pada dasarnya mengurusi bola sepak tak ubahnya seperti mengurusi kemelut negara. Tak menutup kemungkinan dan tak dapat disalahkan kalau akhirnya awam mengatakan bahwa yang diurusi bukan sekedar mengurusi bola sepak namun juga akhirnya menjadi bermain bola api.

Konflik kepentingan dalam mengurus bola api akan merambah kebidang lainnya, seperti politik, ekonomi dan sosial. Maka itulah sering mencuat statement oleh pengamat bola bahwa janganlah mencampur adukkan penyelesaikan masalah sepakbola dengan kekepentingan politik tertentu. Karena apabila mengurusi bola sepak berubah menjadi bola api tidak akan pernah segera selesai.

Kita harus segera tersadar dan menahan diri karena masalah bangsa ini bukan sekedar mengurusi sepakbola saja, tetapi banyak masalah lain yang juga meminta perhatian serius. Masalah kemiskinan, masalah kesehatan, masalah pendidikan dan lain- lain bidang yang sesungguhnya hampir semua bidang sekarang sedang punya masalah dinegeri ini. Peran pemegang otoritas negeri ini pada awalnya memang bisa dimaklumi jikalau berposisi pada sikap wait and see. Namun pada situasi dan kondisi seperti sekarang dimana bola sepak bak telah menjadi bola api, hendaknya janganlah dibiarkan. Ambilah sikap tegas yang bisa diacu, syukur- syukur bila bisa ditemukan penyelesaian masalah dengan win- win solution.        

   

Rabu, 30 Maret 2011

Penegakan Hukum Masih Samar- samar

Benarkah program pemerintah untuk memperbaiki citra penegakan hukum di Indonesia sampai dengan tahun 2011 ini belum bisa dilaksanakan dengan baik? Ditahun 2010 sampai dengan 2011 saja, banyak contoh kasus yang proses peradilannya menggantung. Seperti kasus Bank Century misalnya, sampai saat ini masih mesterius. Tidak ada kelanjutan ceritanya lagi. Peristiwa ini seolah tenggelam begitu saja. Seakan terlupakan oleh pengalihan perhatian melalui isue teror bom, unjuk- unjuk rasa oleh kalangan tertentu mengenai macam- macam tuntutan yang kesemuanya itu begitu marak dan silih berganti kejadiannya.

Kemudian Kasus Gayus Tambunan yang juga tidak tuntas. Tidak berapa lama muncul lagi kasus Susno Duadji yang hendak mengungkap Mafia Hukum dan Koroupsi di Indonesia malah menjadi bumerang kepada dirinya yang lalu justru menjadi terdakwa kasus suap atau koroupsi. Dan masih banyak lagi contoh- contoh lain yang sejenis.

Sepintas dari uraian diatas tampak upaya penegakan hukum dan pembrantasan koroupsi masih belum dapat berjalan dengan semestinya. Masih banyak mengalami hambatan dan kendala . Walhasil penegakan hukum ditanah air tercinta ini masih samar- samar. Kita ikuti saja perkembangan selanjutnya.

Rabu, 09 Maret 2011

Khadafi Ingin Menyerah


Pada awalnya melihat M. Khadafi yang ngotot mempertahakan tahtanya, agak ngeri membayangkan jika benar- benar pecah perang saudara dinegeri Arab itu. Tiba- tiba M. Khadafi berbalik arah. Bukannya tetap pada semboyan bertahan sampai titik darah penghabisan melainkan rela menyerah dengan mengajukan beberapa syarat darinya.

Mungkin kita semua turut lega saat mendengar bahwa M. Khadafi menyatakan ingin menyerah. Dengan demikian pertumpahan darah yang lebih parah dapat terhindarkan atau dapat dicegah. Dan kita perlu angkat topi kepadanya karena memang kini ia harus lengser- keprabon. Sudah cukup lama ia memegang tampuk pemerintahan, hampir 40 tahun.

Beri kesempatan bagi generasi penggantinya untuk mengadakan perubahan yang lebih cerah. Karena rakyatnya sudah terlalu lama dibawah tekanannya. Ini terbukti pada salah seorang anaknya yang membelot darinya. Bergabung dengan rakyat yang anti pemerintahan M. Khadafi.

Jumat, 13 Agustus 2010

Tanggung Jawab Orang Tua

Berperan sebagai Orang Tua dalam sebuah Keluarga jaman sekarang sebagian orang mengatakan lebih berat dari jaman terdahulu. Tetapi ada juga yang mengatakan justru menjadi Orang Tua pada jaman terdahulu lebih berat dari jaman sekarang karena keadaan tidak semaju sekarang. Tampaknya semua memiliki alasannya sendiri- sendiri.

Terlepas menjadi Orang Tua pada jaman dahulu atau jaman sekarang sama saja, sama- sama berperan sebagai Orang Tua bagi semua anggota keluarga yang menjadi tanggungan. Bagaimana tanggungjawab Orang Tua untuk melindungi dan menghidupi Keluarga. Hal yang disebutkan terakhir diatas adalah merupakan PR sejak jaman baheula.

Mungkin peran dan tanggungjawab Orang Tua itu sebaiknya berpedoman pada patok'an "3L" yakni: Love-- Membimbing dengan penuh kasih sayang, Let Grow Up-- Biarkan berkembang, Limited-- Pembatasan.

Jadi apabila patok'an tersebut diatas dapat diterapkan maka sebagai Orang Tua telah dapat berperan dengan lebih baik. Karena tidak bersifat Otoriter dan atau Permisif. Ada fleksibelitas dalam melaksanakan bimbingan keluarga kearah yang lebih berkualitas.

Alasan daripada penerapan pedoman tersebut adalah untuk berjaga- jaga atau mengantisipasi pengaruh- pengaruh negatif yang sewaktu- waktu melanda keluarga. Jadi dimaksudkan untuk membentengi diri keluarga dengan dinding abstrak yang kuat.

Sabtu, 25 April 2009

Pemilu 2009

Turut lega rasanya karena Bangsa Indonesia di awal pertengahan tahun 2009 ini telah dapat mengadakan pemilu- legislatif yang makin representatif dengan tertib dan lancar. Mendatang disusul kegiatan pelaksanaan pemilihan calon presiden (Pilcapres), yakni pada bulan Juli 2009 yang akan dilaksanakan dengan penuh komitment dan optimisme yang tinggi.

Tentu masalah dan kendala dalam pelaksanaan pemilu tersebut pasti ada. Hal itu merupakan sesuatu yang biasa terjadi dalam proses perubahan menuju keadaan yang lebih maju. Yang penting semua seyogyanya memiliki niat baik, berfikir positif untuk mendukung kesuksesan proses demokratisasi yang baik, jujur dan adil sehingga tercipta tatanan kehidupan sosial- politik yang lebih mantap dan dewasa.

Pada langkah selanjutnya setelah pemilu legislatif tentu semua partai dengan segeranya melakukan konsolidasi internal dan mengatur strategi untuk berpartisipasi dalam pemilu presiden. Apabila tahapan proses pemilu semua dilalui dengan baik sesuai etika- politik yang ada maka hasil pemilu dapat diprediksikan dapat berjalan dengan mantap.

Siapapun yang akan menduduki kursi legislatif dan atau kursi kepresidenan tak masalah, asal telah melalui proses yang baik dan benar sesuai UU Pemilu yang diberlakukan. Kita dukung hasil pemilu 2009 sepenuhnya. Mari bersama maju.. menyongsong Indonesia yang makin maju dan sejahtera.

Selasa, 27 Januari 2009

Tahun Kerbau

Tahun 2009 memiliki simbol seekor binatang yang senang berkubang malas.. KERBAU namanya. Semua tahu itu. Namun dibalik kemalasannya tsb bila dapat mengelolanya ia akan sanggup bekerja dengan giat.

Dengan kata lain kerbau akan dapat bekerja jika sang pengelola alias pemimpin cakap mendistribusikan peluang dan potensi yang ada pada diri sipemalas.

Kamis, 11 Desember 2008

Daftar Barang Langka

Bukan hanya binatang saja yang bisa dikelompokkan kedalam kategori langka, contohnya barang kebutuhan pokok seperti dipaparkan berikut dibawah ini juga termasuk langka akhir- akhir ini:
premium, minyak gas, elpiji, air bersih, perawan (ech salah), kasih sayang sejati (ech keliru) dan.. apalagi ya, tunggu berita selanjutnya!

Kita berharap jangan sampai perikemanusiaan makin menjadi ikut langka karena terkikis era edanisasi- global, he he he.